Euforia penguatan Wall Street menular ke IHSG, setelah pemerintah AS mengumumkan detail dari rencana pembersihan bank-bank dari aset-aset macet.
Investor asing juga mulai masuk dengan membeli saham-saham unggulan dari sektor telekomunikasi, energi dan bank.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks LQ-45 naik 6,266 poin (2,25%) menjadi 284,635 dan Jakarta Islamic Index (JII) naik 4,588 poin (1,97%) menjadi 237,098.
Perdagangan saham hari ini mencatat transaksi sebanyak 96.514 kali, dengan volume 4,197 miliar unit saham, senilai Rp 3,453 triliun. Sebanyak 122 saham naik, 24 saham turun dan 58 saham stagnan.
Saham-saham yang naik harganya antara lain, Bumi Resources (BUMI) naik Rp 30 menjadi Rp 800, Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp 100 menjadi Rp 4.625, International Nickel Indonesia (INCO) naik Rp 250 menjadi Rp 2.375, Bank Mandiri (BMRI) naik Rp 25 menjadi Rp 2.175, Perusahaan Gas Negara (PGAS) naik Rp 25 menjadi Rp 2.150, Telkom (TLKM) naik Rp 50 menjadi Rp 7.400 dan Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 50 menjadi Rp 6.950.
Saham-saham yang turun harganya antara lain, Indah Kiat Pulp and Paper (INKP) turun Rp 10 menjadi Rp 900, Unilever Indonesia (UNVR) turun Rp 150 menjadi Rp 8.050 dan Kalbe Farma (KLBF) turun Rp 10 menjadi Rp 620.
IHSG mengikuti penguatan yang terjadi di bursa kawasan seperti Hang Seng naik 3,44%, KOSPI naik 1,85%, Nikkei naik 3,32%, Shanghai naik 0,56%, STI Singapura naik 2,51% dan Taiwan naik 2,3%.
(ir/qom)











































