Pada perdagangan valas pukul 16.30 WIB, Selasa (24/3/2009) rupiah menguat 110 poin (0,95%) ke posisi 11.440 per dolar AS. Rupiah hari ini sempat menguat ke posisi 11.200 per dolar AS.
Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi A Sarwono mengatakan penguatan nilai tukar rupiah dan juga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lebih disebabkan kepada sentimen ekonomi global terimbas kebijakan pemerintah AS dan The Fed yang terus melakukan pengurangan keketatan likuiditas global.
Â
"Pengaruh sentimen global saat ini sangat baik, banyak pelaku pasar yang menilai policy (kebijakan) yang dikeluarkan AS sangat baik, selain bisa memperbaiki situasi di pasar modal, itu juga memperbaiki nilai tukar," tutur Hartadi di Gedung BI, Jalan Thamrin, Jakarta, Selasa (24/3/2009).
Â
Adanya kerjasama BCSA (Bilateral Currency Swap Arrangement) antara Indonesia dengan Cina senilai RMB 100 miliar juga berdampak positif kepada pasar.
Â
"Ini membuat penguatan rupiah cukup besar," imbuhnya.
Â
Apakah itu bisa mendorong rupiah di bawah Rp 11.000/US$? "Insya Allah," tukas Hartadi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(dnl/ir)











































