"Hasil sementara dari pertemuan hari ini menyimpulkan realisasi ASEAN Linkage (integrasi bursa ASEAN) sulit diwujudkan di 2010," ujar Kepala Bapepam-LK, Fuad A Rahmany usai pertemuan di hotel Borobudur, Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (24/3/2009).
Fuad menjelaskan, untuk mewujudkan misi membentuk bursa ASEAN yang terintegrasi membutuhkan waktu yang tidak sedikit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Fuad mengatakan, beberapa peserta pertemuan memberi masukan soal rencana ASEAN Linkage ini. Menurutnya, untung rugi bursa Indonesia ikut ASEAN Linkage ini harus diperhitungkan dengan cermat.
"Kita kan bursa terbesar di ASEAN. Jangan sampai nanti kalau kita buru-buru ikut ASEAN Linkage malah merugikan investor-investor kita. Jadi harus kita pikirkan lagi. Kalau kita belum siap sebaiknya jangan terlalu terburu-buru," ujarnya.
Kendati demikian, Fuad menyatakan akan tetap mengupayakan percepatan proses menuju ASEAN Linkage. Targetnya paling lambat tahun 2015 sudah bisa terwujud.
"Kita tetap lakukan prosesnya. Kita harapkan sebelum 2015 sudah bisa terwujud. Karena para menteri keuangan ASEAN kan juga sepakat akan melaksanakan AFTA. Jadi program integrasi bursa ini juga sejalan dengan program integrasi ekonomi di ASEAN," jelas Fuad.
Rencananya, ASEAN Linkage akan diikuti oleh bursa-bursa saham di Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand dan Filipina.
"Namun tidak tertutup kemungkinan juga nantinya seluruh negara ASEAN akan ikut bergabung dalam ASEAN Linkage," ujar Kabiro Transaksi dan Lembaga Efek Bapepam-LK, Nurhaida.
(dro/lih)











































