Pasar Saham Waspada Profit Taking

Pasar Saham Waspada Profit Taking

- detikFinance
Rabu, 25 Mar 2009 07:41 WIB
Pasar Saham Waspada Profit Taking
Jakarta - Pasar saham dalam negeri akan esktra hati-hati mewaspadai serangan profit taking (ambil untung) setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 5 hari berturut-turut.

Olengnya Wall Street juga menambah kewaspadaan pelaku pasar bakal berbaliknya arah IHSG pada perdagangan Rabu (25/3/2009).

Terlebih pada Kamis besok (26/3/2009) pasar saham libur nasional hari raya Nyepi, yang bisa dijadikan alasan untuk keluar sejenak dari lantai pasar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Penguatan IHSG secara terus menerus dalam 5 hari terakhir lebih disokong oleh saham-saham blue chip yang kembali diburu investor lokal dan asing.Β 

IHSG juga akan mengikuti pergerakan bursa saham regional yang diprediksi penguatannya mulai terbatas. Terlihat indeks Nikkei pada Rabu pagi ini menguat 11,39 poin (0,13%) menjadi 8.499,69.

Nikkei merespons pelemahan di Wall Street karena investor melakukan aksi ambil untung setelah kenaikan tajam pada perdagangan sehari sebelumnya. Sentimen program pembersihan aset-aset bermasalah perbankan di AS tampaknya diabaikan sejenak.Β Β Β 

Pada penutupan perdagangan Selasa waktu AS (24/3/2009), indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup melorot 115,65 poin (1,49%) ke level 7.660,21. Indeks Standard & Poor's 500 juga turun 16,67 poin (2,03%) ke level 806,23 dan Nasdaq turun 38,37 poin (2,44%) ke level 1.517,40.

Sedangkan IHSG pada penutupan perdagangan saham Selasa kemarin (24/3/2009) naik 29,469 poin (2,09%) menjadi 1.436,116.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Panin Sekuritas


IHSG kemarin bergerak menguat +2,09%, mengikuti gerak bursa regional menyusul euforia menguatnya Dow Jones. Pengumuman pemerintah AS akan detail dari rencana pembersihan bank-bank dari aset-aset macet diyakini investor akan mampu memulihkan AS dari resesi ekonomi. Investor juga optimis pemulihan ekonomi global akan segera diikuti oleh masuknya dana segar ke emerging market, termasuk Indonesia (capital inflow). Hal ini juga terlihat dari terus menguatnya nilai tukar rupiah. Secara teknikal, indikator RSI, Stochastic menunjukkan IHSG sudah memasuki area overbought. Dalam 5 hari beturut-turut IHSG tercatat sudah mengalami kenaikan sebesar 9,46%. Kami rekomendasikan investor agar mewaspadai kemungkinan terjadinya profit taking terutama pada saham-saham yang telah mengalami kenaikan signfikan dalam beberapa hari terakhir. Kisaran support-resistance 1.420-1.477.

Optima Securities

Rally kenaikan indeks kembali terjadi dengan dukungan bursa utama regional yang menguat di atas 3%. Indeks menguat 29 poin ke posisi 1.436 dan mendekati level psikologis 1.450 dipicu saham blue chip sehingga nilai transaksi hampir mencapai Rp 3 triliun. Penguatan rupiah dan akumulasi dari para investor masih berlanjut membuat indeks kembali mendekati level tertinggi 2009 yakni 1.472 dan menembus Fibbo 100% di level 1.437. Dalam jangka menengah peluang untuk mencapai level 1.500 cukup terbuka. Pergerakan harian harian 1.400-1.470 dengan saham pilihan: BUMI, PNBN, PTBA, ELTY dan PGAS.Β eTrading Securities

IHSG meroket, apakah ini dari suatu trend Window Dressing atau karena HOTS competition di luncurkan. Yang pasti nya, market rally investor asing merebut saham bargain yang ada di Indonesia. Saham pilihan eTrading Reasearh LTLS dan HEXA 'like father like son' bergerak cukup menggembirakan. HEXA mencapai level autoreject kemarin, menjadi Rp1.060 dan Rp860.

IHSG melejit 2% Selasa kemarin, turnover mencatat rekor tertinggi kembali Rp 3,4 triliun. Ini memberi nafas untuk industri sekuritas. Rabu pagi ini rata-rata regional turun tipis, dari 10-30 poin. Kami melihat support 1.400 sangat kuat di IHSG. Kita tidak memprediksikan akan kembali ke level di bawah 1.400. (ir/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads