Pada perdagangan Kamis (26/3/2009), bursa-bursa Asia mengikuti penguatan yang dicatat oleh Wall Street sebelumnya. Para investor memiliki optimisme perekonomian AS bisa segera pulih berkat berbagai kebijakan yang diambil pemerintah AS.
Wall Street pada perdagangan sebelumnya juga telah mencatat penguatan. Pada perdagangan Rabu (25/3/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup menguat 89,84 poin (1,17%) ke level 7.749,81. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 7,76 poin (0,96%) ke level 813,88 dan Nasdaq menguat 12,43 poin (0,82%) ke level 1.528,95.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham sektor energi terutama naik seetlah harga minyak mentah kembali naik di pasar Asia. Kontrak utama minyak jenis light pengiriman Mei tercatat naik 53 sen menjadi US$ 53,30 per barel. Sementara minyak Brent pengiriman Mei naik 73 sen menjadi US$ 52,48.
"Faktor utama yang memicu kenaikan pasar adalah meningkatnya optimisme pemulihan ekonomi pada akhir tahun ini," ujar Shane Oliver, head investment strategy AMP Capital Investor seperti dikutip dari Reuters.
"Yang masih perlu dilihat adalah apakah kita sudah melihat dasar (krisis) atau belum, namun rally yang sudah kita lihat sejak beberapa minggu lalu kemungkinan akan sedikit berlanjut," tambahnya.
Penguatan paling tajam dicatat oleh Bursa Tokyo, dengan indeks Nikkei mencatat level tertingginya sejak 9 Januari. Bahkan Bursa India juga kembali menembus level 10.000 untuk pertama kalinya sejak awal Januari. Berikut penutupan bursa-bursa Asia pada hari ini:
- Indeks Nikkei-225 ditutup naik 156,34 poin ke level 8.636,33.
- Indeks Hang Seng ditutup naik 486,87 poin ke level 14.108,98.
- Indeks KOSPI ditutup naik 14,78 poin ke level 1.243,8.
- Shanghai Composite Index ditutup naik 70,15 poin.
- Indeks Sensex naik 393,46 poin ke level 10.061,36.
Sementara Bursa Efek Indonesia masih libur memperingati Hari Raya Nyepi. Bursa Indonesia akan kembali bertransaksi pada Jumat, 27 Maret.
(qom/qom)











































