"Masalah obligasi Red Dragon itu kan di tingkat pemegang saham CPRO. Itu di luar kewenangan kami. Kami tidak melihat kesana," ujar Kabiro Penilai Keuangan Perusahaan Sektor Riil Bapepam LK, Anis Baridwan di gedung Bapepam, Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (27/3/2009).
Menurut Anis, apa yang terjadi di tingkat pemegang saham CPRO (Red Dragon) dengan para pemegang obligasi konversi Red Dragon bukan menjadi fokus Bapepam. Anis mengatakan, fokus Bapepam lebih kepada perizinan RUPS Independen ulang yang sedang diajukan CPRO April mendatang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, Anis belum bisa memastikan kapan Bapepam akan mengizinkan RUPS Independen ulang CPRO. "Masih kita telaah dulu kapan waktunya, agenda-agendanya. Apakah ada perubahan atau tidak. Nanti kita umumkan," ujar Anis.
Sehubungan dengan itu, Direktur Corporate Communication CPRO Rizal I Shahab mengatakan, agenda RUPS Independen ulang April mendatang tidak akan mengalami perubahan.
"Agenda tetap sama. Tidak ada perubahan," ujarnya.
Sementara pemegang obligasi Red Dragon tak mau dilangkahi dan menuntut CPRO untuk minta persetujuan pemegang obligasi sebelum menggelar rights issue.
Pemegang obligasi Red Dragon menilai bahwa penawaran saham CPRO melalui rights issue bukanlah untuk memperbaiki kinerja perusahaan, melainkan bertujuan agar terjadi dilusi atas jaminan saham pemegang obligasi.
(dro/ir)











































