Sebelumnya, pemerintah optimis penggabungan tersebut bisa dilakukan di awal tahun 2009. Padahal, prosesnya saat ini belum juga sampai kepada Departemen Keuangan dan Dewa Perwakilan Rakyat (DPR.
Demikian hal itu dikemukakan oleh Menteri Negara BUMN Sofyan djalil di kantornya, Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (27/3/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan adanya kabar bahwa rencana tersebut bisa rampung di awal tahun depan, harga saham kedua emiten plat merah tersebut melonjak tinggi hingga terkena sistem autoreject.
Beberapa kalangan menilai, langkah tersebut hanya merupakan upaya untuk mendongkrak harga saham keduanya saja tanpa menjanjikan hasil bahawa merger bisa terlaksana.
Namun sofyan tidak berpikir demikian. Menurutnya, jumlah saham keduanya yang beredar di publik sangat sedikit sekali. Jadi begitu ada orang yang membeli, harganya langsung naik.
"Perlu diketahui, kalau saham mereka itu dibeli sedikit saja harganya sudah naik luar biasa karena jumlahnya sedikit sekali di pasar. Saya pikir tidak ada conflict of interest," imbuhnya.
Rencana merger BUMN Farmasi tersebut merupakan bagian dari rencana Pemerintah dalam rangka restrukturisasi perusahaan plat merah yang tertuang dalam Inpres No 5 tahun 2008.
Ia mengaku, selama ini BUMN Farmasi tidak berperan besar dalam industri farmasi di tanah air. Maka dari itu, pemerintah berencana menggabungkan keduanya supaya bisa bersaing dengan perusahaan penghasil obat lainnya.
(ang/ir)











































