Hal tersebut disampaikan Econom Kepala The Indonesia Economic Intelligence (IEI) Sunarsip, di sela-sela diskusi Kinerja Ekonomi dan Keuangan Terkini, Jakarta, Minggu (29/3/2009).
"Rupiah diprediksi akan sedikit menguat. Apalagi dalam beberapa hari belakangan ini rupiah sedikit menguat," kata Sunarsip.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika stimulus AS dipercepat itu akan positif dan rupiah bisa kuat," tuturnya.
Selain itu Sunarsip juga mengatakan fasilitas kerjasama Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA) antara kedua bank sentral Indonesia dan China dinilai juga akan memicu penguatan rupiah.
"Sebab, dengan fasilitas ini diharapkan akan menekan permintaan terhadap dolar AS dan memperkuat rupiah," jelasnya.
Fasilitas BCSA, lanjut Sunarsip, akan memperkuat rupiah dan selain itu adanya cadangan devisa yang masuk juga akan meperkuat nilai rupiah.
"Cadangan devisa yang masuk dari hasil penerbitan SUN (Surat Utang Negara) global membuat sentimen menjadi positif dan akan memperkuat rupiah," pungkasnya.
(dru/lih)











































