Rupiah Kumpulkan Sentimen Positif

Rupiah Kumpulkan Sentimen Positif

- detikFinance
Senin, 30 Mar 2009 08:10 WIB
Rupiah Kumpulkan Sentimen Positif
Jakarta - Rupiah masih terus mengumpulkan sentimen positif untuk bisa melaju ke zona penguatan. Ada dua faktor yang jadi perhatian investor pekan ini pengumuman inflasi dan rapat dewan gubernur (RDG) BI.

Tren penguatan rupiah diyakini masih akan terus berlanjut, meskipun akan diselingi aksi ambil untung. Pasokan valas yang mulai normal akan membuat rupiah sedikit tahan banting.   

Pada perdagangan valas pukul 07.52 WIB, Senin (30/3/2009) rupiah ada di level 11.480 per dolar AS dan ditransaksikan di kisaran 11.475-11.485 per dolar AS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Posisi rupiah pada Senin pagi ini agak turun dibanding penutupan Jumat pekan lalu (27/3/2009) di level 11.460 per dolar AS.

Pelaku pasar mulai mengantisipasi inflasi Maret yang akan diumumkan BPS pada 1 April mendatang tidak akan jauh berbeda dengan Februari yang sebesar 0,21%. Kondisi ini akan membuat BI mempertahankan posisi BI Rate di level rendah.

Sementara Kepala The Indonesia Economic Intelligence (IEI) Sunarsip mengatakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diproyeksi akan terus menguat hingga di kisaran 10.000-11.000 per dolar AS.

Gelontoran stimulus AS diharapkan akan menambah suplai dolar di pasaran sekaligus membantu penguatan rupiah.

"Rupiah diprediksi akan sedikit menguat. Apalagi dalam beberapa hari belakangan ini rupiah sedikit menguat," kata Sunarsip, Minggu (29/3/2009).

Ia menjelaskan, penguatan rupiah dipicu sentimen dari luar, dimana AS akan merealisasikan paket stimulusnya. Saat itu, AS yang memompa mata uang dolar AS ke pasar, dan itu akan menyebabkan penguatan nilai tukar rupiah.

"Jika stimulus AS dipercepat itu akan positif dan rupiah bisa kuat," tuturnya.

Selain itu Sunarsip juga mengatakan fasilitas kerjasama Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA) antara kedua bank sentral Indonesia dan China dinilai juga akan memicu penguatan rupiah.

"Sebab, dengan fasilitas ini diharapkan akan menekan permintaan terhadap dolar AS dan memperkuat rupiah," jelasnya.

Fasilitas BCSA, lanjut Sunarsip, akan memperkuat rupiah dan selain itu adanya cadangan devisa yang masuk juga akan meperkuat nilai rupiah.

"Cadangan devisa yang masuk dari hasil penerbitan SUN (Surat Utang Negara) global membuat sentimen menjadi positif dan akan memperkuat rupiah," pungkasnya.

(ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads