Demikian diungkapkan Direktur Utama ISAT Johnny Swandi Sjam, dalam laporannya ke Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (30/3/2009).
Menurut Johnny, dana capex sebesar US$ 600 juta tersebut itu dihitung dengan konservatif sejalan dengan kebijakan perusahaan yang penuh dengan kehati-hatian di tahun 2009.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Johnny mengakui, prospek tahun 2009 masih penuh dengan ketidakpastian, tidak hanya untuk perseroan saja tetapi juga untuk industri secara keseluruhan dan juga terhadap ekonomi secara umumnya.
"Walaupun demikian, kami tetap optimistis namun berhati-hati bahwa Indosat memiliki cukup sarana pendukung untuk mengatasi tantangan, mengingat posisi kami di pasar telekomunikasi dan merek yang kuat di Indonesia," kata Johnny.
Indosat juga akan tetap menjalankan strategi yang kuat dan seimbang antara pengelolaan keuangan secara berhati-hati dan rencana penanaman modal untuk mengembangkan bisnis secara bertanggung jawab.
"Didasari atas prinsip-prinsip ini, kami berharap dapat memenuhi komitmen kami untuk menyediakan layanan terbaik untuk para pelanggan dan memberikan nilai terbaik bagi para pemegang saham kami," kata Johnny.
(dro/ir)










































