Sentimen negatif datang setelah Presiden Barack Obama memberikan deadline kepada 2 produsen otomotif itu untuk memperbaiki rencana restrukturisasinya agar mendapat bantuan pemerintah.
Obama menyatakan bahwa saat ini tidak ada perusahaan otomotif yang memiliki rencana restrukturisasai yang layak. Obama meminta GM membuat rencana restrukturisasi yang lebih agresif, sementara Chrysler diminta untuk menjalin kerjasama dengan mitra internasionalnya yang berbasis di Italia, Fiat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tidak dapat, tidak boleh dan tidak akan membiarkan industri otomotif kita lenyap dengan mudahnya. Ini adalah pilar dari ekonomi kita yang menggenggam harapan dari jutaan masyarakat Amerika. Namun kita juga tidak dapat bisa terus memaafkan keputusan yang buruk. Dan kita tidak dapat membiarkan industri otomotif kita bertahan dengan aliran dana dari para pembayar pajak," ketus Obama seperti dikutip dari AFP, Selasa (31/3/2009).
Obama menambahkan, jika GM dan Chrysler tidak dapat menyusun rencana yang lebih layak sehingga bisa kembali meraup laba, maka mereka memerlukan proses kebangkrutan sebagai mekanisme untuk membantu mereka melakukan restrukturisasi dengan cepat dan mendorong mereka lebih kuat.
Memanasnya lagi industri otomotif AS itu langsung membawa sentimen negatif bagi pasar saham AS. Kekisruhan tersebut membuat saham GM merosot hingga 25,4% menjadi 2,70 dolar.
"Masalah yang dihadapi GM hari ini, dalam opini saya sangat signifikan dipengaruhi oleh resesi dan ini mengingatkan kita akan biaya untuk memperbaiki ekonomi," ujar Jim McDonald, chief investment strategist Northern Trust seperti dikutip dari Reuters.
Pada perdagangan Senin (30/3/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup merosot 254,16 poin (3,27%) ke level 7.522,02. Indeks Standard & poor's 500 juga turun 28,41 poin (3,48%) ke level 787,53 dan Nasdaq merosot 43,40 poin (2,81%) ke level 1.501,80.
Saham-saham sektor finansial kembali mendapatkan tekanan setelah Spanyol, Jerman dan Inggris kembali mengambil alih bank. Saham Citigroup turun 11,8%, Bank of America merosot 17,9%.
"Sektor finansial masih menjadi isu yang paling utama," ujar Bill Strazullo, analis dari Bell Curve Trading.
Perdagangan berjalan dengan moderat, di New York Stock Exchange mencapai 1,51 miliar di atas rata-rata tahun lalu yang sebanyak 1,49 miliar. Sementara di Nasdaq, transaksi mencapai 2,04 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu yang sebanyak 2,28 miliar.
Harga Minyak di Bawah US$ 50
Sementara itu, harga minyak mentah dunia kembali merosot di bawah US$ 50 per barel menyusul penguatan dolar dan merosotnya pasar saham.
Kontrak utama minyak jenis light pengiriman Mei merosot 3,97 dolar ke level US$ 48,41 per barel. Sementara minyak Brent pengiriman Mei juga turun 3,99 dolar ke level US4 47,99 per barel.
(qom/qom)











































