Sebagai dampak penurunan laba bersih ini, laba bersih per saham pun akhirnya turun dari Rp 60,30 menjadi Rp 36,22.
Dalam laporan keuangan perseroan yang dipublikasikan Selasa (31/3/2009), pendapatan perseroan sebenarnya masih tumbuh signifikan. Pendapatan tol pada 2008 tercatat Rp 568,966 miliar atau tumbuh dari 2007 yang sebesar Rp 493,895 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laba usaha perseroan pun masih mengalami kenaikan menjadi Rp 257,483 miliar dari Rp 214,984 miliar di 2007.
Sayangnya, kenaikan pendapatan dan laba usaha itu harus tergerus biaya pinjaman yang melonjak hingga 159%. Jika pada 2007 biaya pinjaman yang harus dikeluarkan adalah Rp 49,680 miliar, maka di 2008 perseroan harus merogoh kocek lebih dalam untuk membayar biaya pinjaman sebesar Rp 129,101 miliar.
Sementara untuk jumlah aset yang dimiliki perseroan pada 2008 tercatat Rp 2,791 triliun atau naik dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 2,716 triliun.
(lih/ir)











































