Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan, Selasa (31/3/2009), Kimia Farma, Kalbe Farma dan Tempo Scan Pacific masih mencatat kenaikan laba. Sementara Indofarma harus gigit jari lantaran labanya anjlok lebih dari 50%.
Kimia Farma
Laba bersih Kimai Farma pada 2008 tercatat naik menjadi Rp 55,393 miliar dari Rp 52,189 miliar di tahun sebelumnya. Laba bersih per saham pun mengalami peningkatan dari Rp 9,4 di 2007 menjadi Rp 9,97 di 2008.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perseroan juga mencatat aset yang dimiliki pada 2008 sebesar Ro 1,445 triliun atau naik dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1,386 triliun.
Kalbe Farma
Nasib Kalbe Farma tak berbeda jauh dari Kimia Farma. Laba Kalbe Farma hanya mampu terdongkrak tipis dari Rp 705,694 miliar di 2007 menjadi Rp 706,822 miliar di 2008.
Laba bersih yang hanya naik sedikit ini disebabkan beban usaha yang melonjak cukup tajam dari Rp 2,422 triliun di 2007 menjadi Rp 2,66 triliun di 2008. Laba bersih per saham juga naik tipis dari Rp 70 di 2007 menjadi Rp 72 di 2008.
Padahal penjualan bersih perseroan menunjukkan peningkatan yang signifikan dari Rp 7 triliun menjadi Rp 7,8 triliun di 2008.
Sedangkan untuk jumlah aset, Kalbe Farma masih mengantongi aset senilai Rp 5,7 triliun di 2008 atau naik dari 2007 yang sebesar Rp 5,138 triliun.
Tempo Scan Pacific
Kinerja Tempo Scan Pacific nampaknya juga sejalan dengan dua perusahaan farmasi lainnya. Laba bersih TSPC hanya mampu merangkak sedikit dari Rp 278,357 miliar di 2007 menjadi Rp 320,647 miliar di 2008.
Kondisi serupa juga tercermin pada laba bersih per saham yang sebesar Rp 71 atau naik dari tahun sebelumnya Rp 62.
Penjualan bersih TSPC pada 2008 yang sebesar Rp 3,633 triliun memang tercatat naik dari dari 2007 yang sebesar Rp 3,124 triliun. Namun beban usaha perseroan juga ikut naik dari Rp 959 miliar di 2007 menjadi Rp 1,051 triliun di 2008.
Total aset yang dimiliki perseroan pada 2008 juga naik tipis dari Rp 2,773 triliun menjadi Rp 2,967 triliun.
Indofarma
Dibanding tiga perusahaan farmasi lainnya, Indofarma mungkin paling apes. Laba perseroan harus tergerus hingga lebih dari separuh lantaran beban pinjaman dan rugi kurs yang ditanggung.
Laba bersih Indofarma pada 2008 memang tercatat hanya Rp 5,031 miliar atau anjlok dari 2007 yang sebesar Rp 11,076 miliar. Laba bersih per saham pun turun tajam dari Rp 3,57 di 2007 menjadi Rp 1,62 di 2008.
Padahal penjualan bersih perseroan masih bergerak positif dari Rp 1,273 triliun di 2007 menjadi Rp 1,478 triliun.
Hal ini karena beban pinjaman perseroan yang pada 2007 hanya sebesar Rp 16,116 miliar membengkak jadi Rp 30,270 miliar. Kondisi keuangan ini makin diperburuk dengan rugi kurs yang ditanggung perseroan sebesar Rp 16,812 miliar atau menlonjak habis-habisan dibanding 2007 yang hanya Rp 1,869 miliar.
Untuk urusan aset, Indofarma pun harus rela total asetnya menyusut dari Rp 1,009 triliun di 2007 menjadi Rp 965 miliar di 2008.
(lih/ir)











































