"LPKR akan meninjau ulang prioritas pengembangan yang lain, sambil terus meningkatkan recurring revenue. Disamping itu juga menjalankan kebijakan manajemen permodalan dan keuangan dan melakukan konsolidasi sumber daya manusia," kata Presiden Direktur PT Lippo Karawaci Tbk, Eddy Handoko dalam siaran pers, Selasa (31/3/2009).
Sepanjang 2008 LPKR membukukan laba bersih sebesar Rp 371 miliar atau mengalami kenaikan 5 persen dari periode sebelumnya yang tercatat sebesar Rp 353 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Divisi Housing & Land Development memberikan kontribusi sebesar Rp 1,235 triliun atau tumbuh 21 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2007 sebesar Rp 1,018 triliun.
Divisi Healthcare mampu memberikan kontribusi sebesar Rp 743 miliar atau tumbuh 19 persen dibandingkan periode yang sama 2007 sebesar Rp 627 miliar. Sedangkan divisi Hospitality & Infrastructure menghasilkan kontribusi sebanyak Rp 575 miliar atau tumbuh 29 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2007 sebesar Rp 446 miliar.
"Pendapatan pada dua divisi terakhir inilah yang memberikan fondasi yang kuat bagi pendapatan Perseroan pada saat krisis seperti ini karena mempunyai pendapatan yang berkesinambungan (recurring revenue)," ungkap Eddy Handoko.
Dalam upayanya untuk lebih meningkatkan kinerja dan nilai bagi pemegang saham di tengah krisis, perseroan melakukan pengembangan divisi usaha yang terdiri dari: Housing & Land Development, Healthcare dan Hospitality & Infrastructure menjadi enam divisi usaha yaitu Urban Development, Large Scale Integrated Development, Retail Malls, Healthcare, Hotels & Hospitality dan Property & Portfolio Management.
"Latar belakang pengembangan kegiatan usaha ini dilakukan karena sesungguhnya dalam beberapa tahun terakhir ini cakupan pelayanan Perseroan bukan lagi sekadar sebagai perusahaan properti semata namun telah merambah hingga ke jasa kesehatan, hotel ataupun pengelolaan pusat perbelanjaan atau leased malls," kata Eddy.
(ir/qom)











































