Direktur Keuangan PT Medco Internasional Tbk D. Cyrill Noerhadi menyatakan pada tahun ini Medco juga sudah berhasil membukukan penjualan dan pendapatan usaha sekitar US$ 1,3 miliar pada akhir 2008. Angka ini meningkat 19,3 persen dibanding tahun 2007 yaitu mencapai US$ 1,1 miliar.
"Pencapaian penjualan dan pendapatan usaha serta laba bersih tahun 2008 ini merupakan tertinggi dalam sejarah Medco Energi," ujar Cyril dalam konferensi persnya di Graha Niaga, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (31/3/2009).
Menurut Cyril, peningkatan penjualan dan pendapatan usaha perseroan tersebut disebabkan meningkatnya penjualan gas sebagai akibat tingginya harga rata-rata tertimbang penjualan minyak mentah dan gas Perseroan di tahun 2008 yaitu masing-masing US$ 100,6 per barel dan US$ 4,2 per mmbtu dan meningkatnya penjualan kimia dan produk petroleum lainnya akibat meningkatnya volume dan harga penjualan methanol dan perdagangan High Speed Diesel (HSD). "Serta meningkatnya penjualan listrik," ungkapnya.
Cyril menjelaskan penjualan seluruhs aham PT Apexindo Pratama Duta Pratama Tbk (Apexindo) dan PT Medco E&P Tuban telah memberikan keuntungan kepada perusahaan sebesar US$ 260,5 juta.
"Penjualan saham Apexindo dilakukan karena sejak tahun 2008 MedcoEnergi akan fokus dalam mengembangkan usaha energi terpadu. Sedangkan penjualan seluruh saham Medco Tuban dilakukan agar perseroan fokus mengembangkan wilayah kerja migas yang hak pengelolaannya dimiliki perseroan," paparnya.
Dari sisi neraca, Cyrill memaparkan jumlah aset dan jumlah kewajiban perseroan di tahun 2008 telah menurun masing-masing sebesar 9,2 persen dan 19,4 persen menjadi US$ 1,98 miliar dan USS 1,23 miliar dari US$ 2,18 miliar dan US$ 1,53 miliar di 2007. Untuk ekuitas bersih perseroan meningkat sebesar 40,6 persen menjadi US$ 733,2 juta dari US$ 521,3 juta di tahun 2007.
"Dengan demikian perseroan masih memiliki neraca lebih kuat dan dapat menurunkan rasio hutang terhadap modal menjadi 0,95 kali," tandasnya.
(epi/ir)











































