Demikian disampaikan Direktur Keuangan PT Medco Internasional Tbk D. Cyrill Noerhadi dalam konferensi persnya di Graha Niaga, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (31/3/2009).
"Capex tahun 2008 yaitu sekitar US$ 288 juta. Untuk tahun ini capex-nya di bawah US$ 288 juta. Di luar tujuh proyek utama," ujar Cyrill.
Cyrill menjelaskan tahun ini Medco Energi Internasional akan fokus mengerjakan dan menyelesaikan tujuh proyek minyak dan gas hingga tahun 2013.
"Proyek pertama yaitu adalah bioetanol dari singkong yang sudah mulai produksi 2008 dengan kapasitas 60.000 kiloliter per tahun," kata Cyrill.
Proyek kedua adalah lapangan Singa yang ditargetkan mulai berproduksi di 2009 sebesar 50 juta mmscfd. Di lapangan Singa, Medco memiliki saham 74 persen bersama Lundin yang memiliki 26 persen saham.
Sedangkan proyek ketiga adalah Blok A yang ditargetkan selesai pada tahun 2011 dan akan memproduksi gas sebesar 120 mmscfd. Di Blok A Medco memiliki saham sebesar 41,57 persen dan sisanya dimiliki Premier Oil dan Japex.
"Saat ini, kami tunggu perpanjangan Blok A. Jadi begitu diperpanjang, maka investasi akan dimulai," ujarnya.
Proyek keempat, tutur Cyrill, pihaknya akan fokus melakukan
peningkatan produksi minyak Blok Rimau mulai tahun 2011 sebesar 64 ribu barel per hari. Saham Medco di Blok Rimau mencapai 95 persen.
Proyek kelima, Blok 47 di Libya yang ditargetkan berproduksi 50.000 barel per hari mulai tahun 2011. Di blok tersebut, Medco memiliki 50 persen saham sedang sisanya dikuasai Verenex.
Proyek keenam adalah Blok Senoro yang ditargetkan berproduksi mulai 2013 sebesar 250 MMSCFD. Selain Blok Senoro, Medco juga fokus menyelesaikan pembangunan Kilang Donggi-Senoro pada 2013 dengan kapasitas 2,1 juta ton per tahun.
Proyek ketujuh adalah proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Sarulla, Sumut 3x110 MW.
"Saat ini, kami sedang melakukan negosiasi tarif," jelasnya.
(epi/lih)











































