Demikian disampaikan Vice President Director Merck Serono Koesdianto Setyabudi dalam acara Public Ekspose Merck di Gedung Merck, Pasar Rebo, Jakarta, Rabu (2/4/2009).
"Pemasukan dari ekspor mencapai US$ 2,88 juta atau sekitar Rp 31,6 miliar, kami mengekspor ke seluruh South East Asia dan Hongkong, ekspor tumbuh 23 % ditahun ini," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga mengatakan, ekspansi tahun 2009 Merck akan melakukan perbaikan-perbaikan marchinery di tahun ini.Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β Β
"Investasi untuk ekspansi tahun ini sebesar 1 juta euro, ini digunakan untuk beli mesin, renovasi mesin dan sebagainya," ujar Koesdianto.
Koesdianto menegaskan, dana tersebut diperoleh dari laba yang ditahan, dan bukan merupakan pinjaman dari bank.
Pada 2008 Merck mencatat laba bersih sebesar Rp 98,62 miliar atau tumbuh 10,2 persen di tahun 2008. Laba bersih yang dicatat Merck naik dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 89,48 miliar.
Sementara itu pertumbuhan pendapatan dari penjualan berhasil menembus angka Rp 637 miliar di tahun 2008, angka tersebut tumbuh 16,4 persen dibandingkan tahun 2007 yang sebesar Rp 547 miliar.
Β Β Β Β Β Β Β
Penjualan tersebut didukung oleh Divisi Merck Serono yang memberikan kontribusi sebanyak 43,2 persen, Divisi Consumer Health Care 25 persen dan Divisi Chemical 31,8 persen.
"Pertumbuhan yang diraih PT Merck Tbk di tahun 2008 membuktikan kemampuan, fokus dan komitmen PT Merck Tbk sebagai ahli di bidang farmasi dan bahan kimia di Indonesia," ujar Presiden Direktur PT Merck Tbk, Ralf Annasentz.
Β Β Β Β Β Β Β
Divisi Consumer Health mendapat pemasukan dari obat-obatanΒ bebas sebesar Rp 159 miliar di tahun 2008 atau tumbuh 13,3 persen dan Divisi Chemical menembus angka Rp 203 miliar atau tumbuh hingga 12,5 persen dari tahun 2007 mencapai Rp 180 miliar.
Selain pengesahan laporan keuangan, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Merck juga menunjuk Bambang Nurcahyo dan Nils Moen sebagai anggota direksi, serta pembagian deviden Rp 5.350 per lembar saham.
"Tahun ini deviden dibagi semua, yaitu sebanyak 120 persen dari profit tahun 2008, dan itu diperoleh dari laba tanpa ada hutang," papar Koesdianto.
Koesdianto juga menjelaskan, bahwa Merck akan berusaha lebih baik lagi di tahun ini dengan meningkatkan kerjasama internal dan melakukan efisiensi dan terus bekerja dengan keras.
"Kita akan terus berusaha lebih baik lagi pada tahun 2009," pungkasnya. (dru/lih)











































