Batavia Finance Pasang Harga IPO Rp 100-120

Batavia Finance Pasang Harga IPO Rp 100-120

- detikFinance
Kamis, 02 Apr 2009 13:40 WIB
Batavia Finance Pasang Harga IPO Rp 100-120
Jakarta - PT Batavia Prosperindo Finance memasang harga penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) berkisar antara Rp 100-120 pada 19 Mei 2009. Perseroan membidik dana sebesar Rp 45-54 miliar.

"Harga IPO berkisar antara Rp 100-120," ujar Direktur Utama Batavia Finance, Buntardjo Hartadi Sutanto usai jumpa pers di hotel Nikko, Jakarta, Rabu (2/4/2009).

Pada Mei mendatang, Batavia Finance akan melepas 450 juta saham baru atau setara dengan 45% ke publik. Saat ini pemegang saham Batavia Finance adalah PT Batavia Prosperindo Sekuritas (99,9975%) dan Rudy Johansen 0,0025%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pasca IPO, komposisi pemegang saham menjadi PT Batavia Prosperindo Sekuritas 54,99%, Rudy Johansen 0,0019%, serta publik 45%.

Perseroan telah menunjuk PT Panin Sekuritas selaku penjamin pelaksana emisi (underwriter) IPO. Batavia berniat masuk bursa untuk memenuhi kebutuhan dana perseroan, terutama memenuhi pembiayaan mobil bekas meski kondisi pasar modal belum membaik.

"Dana hasil IPO akan digunakan untuk mendanai target pembiayaan tahun ini," tuturnya.

Tahun ini, Batavia Finance membidik pembiayaan sebesar Rp 420-430 miliar. Komposisi pendanaannya menggunakan kombinasi kas internal, pinjaman perbankan dan pendanaan IPO.

"Pendanaan perbankan sekitar Rp 150 miliar. Kami sudah mendapat komitmen pinjaman dari BRI, BNI dan Bank DKI," ujarnya.

Pernyataan efektif Bapepam diharapkan bisa diperoleh pada 6 Mei 2009. Masa penawaran awal (bookbuilding) pada 2-17 April 2009, masa penawaran 11 hingga 13 Mei 2009 dan pencatatan listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 19 Mei 2009.

Buntardjo yakin, saham IPO bisa diserap oleh pasar karena ukurannya tidak terlalu besar. Selain itu. fokus bisnis perusahaan pada industri mobil bekas masih memiliki permintaan cukup besar, terutama dengan kenaikan harga jual mobil baru.

Batavia Prosperindo yang merupakan perusahaan pembiayaan mobil dengan komposisi 95% mobil bekas, sisanya 5% mobil baru. Pada akhir Desember 2008, pendapatan perseroan mencapai Rp 71,88 miliar, atau naik 79,52% dibanding akhir 2007 Rp 40,042 miliar. Sedangkan, laba bersih tumbuh 119%, atau menjadi Rp 11,003 miliar dari sebelumnya Rp 5,022 miliar.


(dro/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads