IHSG, Antara BI Rate dan Profit Taking

IHSG, Antara BI Rate dan Profit Taking

- detikFinance
Jumat, 03 Apr 2009 07:41 WIB
IHSG, Antara BI Rate dan Profit Taking
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tinggal sejengkal lagi menuju level 1.500. Posisi itu bisa dicapai jika BI Rate direspons cukup baik atau sebaliknya sulit ditembus jika pasar saham kena aksi ambil untung.

Investor hari ini, Jumat (3/4/2009) akan menantikan hasil rapat dewan gubernur (RDG) Bank Indonesia yang akan mengumumkan tingkat BI Rate.

BI diduga akan menurunkan suku bunga BI Rate dari posisi saat ini 7,75% karena terjaganya inflasi di bulan Maret 2009 sebesar 0,22% yang stabil dari Februari 0,21%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saham-saham yang sensitif terhadap suku bunga seperti perbankan, properti dan perusahaan pembiayaan akan menjadi perhatian pelaku pasar.

Namun disisi lain, IHSG dinilai sudah naik terlalu tinggi sehingga rawan akan profit taking. Sejumlah saham-saham unggulan juga dalam posisi jenuh beli yang rawan kena aksi ambil untung.

IHSG juga akan mengikuti pergerakan bursa saham Asia, dimana pada Jumat pagi ini indeks Nikkei Jepang dibuka menguat 94,32 poin (1,08%) menjadi 8.814,10.

Nikkei mengikuti Wall Street yang kembali menguat setelah hasil G20 yang cukup mencerahkan membuat investor mulai merasa bahwa perekonomian akan segera membaik.

Pada penutupan perdagangan Kamis waktu AS (2/4/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) ditutup menguat hingga 216,48 poin (2,79%) ke level 7.978,08. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 23,30 poin (2,87%) ke level 834,38 dan Nasdaq menguat 51,03 poin (3,29%) ke level 1.602,63.
Β Β Β Β Β Β Β Β Β  Β 
IHSG pada penutupan perdagangan saham Kamis kemarin (2/4/2009) melonjak 37,985 poin (2,6%) menjadi 1.499,733.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Optima Securities

Rally kenaikan indeks masih berlangsung sehingga menguat 27 poin ke posisi 1.461 di dorong sektor keuangan dan reboundnya saham ASII. Data inflasi bulan Maret sebesar 0,22% cukup diapresiasi pasar karena memberikan harapan BI Rate bakal kembali turun. Penurunan BI Rate tersebut positif bagi bursa serta sektor yang sensitif terhadap penurunan suku bunga seperti perbankan, properti dan otomotif.

IHSG kembali masuk zona overbought sehingga profit taking yang sehat berpotensi terjadi. Pergerakan indeks harian dikisaran 1.430-1.480 dengan pilihan saham: BUMI, ITMG, PTBA, PNBN dan UNSP.

Panin Sekuritas
Β 
IHSG kemarin bergerak menguat +2,60% pada 1.499,733. Menguatnya indeks didorong oleh penguatan yang terjadi pada bursa regional menyusul harapan bahwa perekonomian global sudah berangsur pulih dari resesi. Saham sektor perkebunan dan perbankan terlihat menjadi pendorong naiknya indeks. Kenaikan saham sektor perkebunan didorong oleh melonjaknya harga CPO. Pasar berspekulasi bahwa pulihnya perekonomian akan mendorong demand terhadap komoditas. Sementara sektor perbankan bergerak menguat menyusul spekulasi diturunkannya kembali BI Rate dalam rapat dewan gubernur mendatang.

Secara teknikal, beberapa indikator memang menunjukkan indeks sudah overbought. Meski demikian, rally yang terjadi kami perkirakan masih akan berlanjut dalam kisaran terbatas. IHSG diperkirakan akan menguji level retracement 50% di 1.509. Untuk support berada di level 1.485.

eTrading Securities

Apakah ini bull market atau hanya spekulasi? Namun institusi sangat gencar kembali ke saham, Crude Oil rebound 9% menjadi US$ 52/barrel, Copper di perdagangkan pada level tertinggi 5 bulan terakhir dan Gold tergerus di bawah $910/oz, IMF akan menjual 450 ton emas untuk membatu krisis ekonomi. Hasil meeting negara G-20 menyetujui total dana bantuan US$1 triliun dan perubahan regulasi akuntansi perbankan (saya suspek perubahan mark-to-market accounting) untuk meningkatkan laba perbankan dan menurunkan gaji hedge fund manager dan gaji executive.

Dow +3% ke 7.978,08 dan sempat di atas level 8.000 di sesi pertama. S&P +3% menjadi 834. Data penjualan existing house diluar perkiraan meningkat dan data manufaktur lebih baik dari perkiraan ekonomis.

Benar atau tidak pergerakan market, kita sudah melihat krisis terparah sebelumnya. Namun market bergerak mendahului perubahan data ekonomi yang ada. Hati-hati dengan lubang yang ada di jalan tol. Di regional rata-rata di buka positive, Nikkei +1%, STI +0,6% dan KLSE +2% harga CPO melonjak 5% menjadi RM2,221.

Hari ini Indonesia akan di umumkan BI rate untuk satu bulan yang di perkirakan turun 25bps, inflasi bulan maret sangat rendah 7,9% namun export turun pesat 32% YoY. (ir/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads