Pada pembukaan perdagangan di Asia, Jumat pagi (3/4/2009) mata uang dolar AS menguat ke 100,19 yen, atau naik dibandingkan penutupan Kamis yang ada di posisi 99,52 yen.Β Β Β
Dolar AS terlihat bersemangat karena keyakinan pelaku pasar yang mulai berani mengambil risiko setelah hasil pertemuan G20 dan menguatnya data-data manufaktur AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Meski pertemuan G20 masih skeptis, namun adanya upaya untuk mengurangi risiko mata uang emerging market dan penambahan dana IMF sedikitnya telah memberikan dukungan ke transaksi keuangan," kata analis Citigroup seperti dilansir dari AFP, Jumat (3/4/2009).
Sementara dolar AS melemah terhadap euro pada perdagangan Kamis waktu AS (2/4/2009) di posisi 1,3461 dolar AS dibanding hari sebelumnya 1,3234 dolar AS karena pasar merespons penurunan bunga ECB 0,25% dari 1,5% menjadi 1,25% serta antisipasi kemungkinan penurunan lagi ke depan.
Rupiah pada perdagangan pukul 08.15 WIB, Jumat (3/4/2009) ada di posisi 11.395 per dolar AS dan ditransaksikan di kisaran 11.370-11.420 per dolar AS.
Mata uang lokal ini masih punya potensi menguat jika dana asing di pasar saham terus masuk. Pasar juga sedang menantikan hasil rapat dewan gubernur (RDG) Bank Indonesia yang akan mengumumkan tingkat BI Rate.
BI diduga akan menurunkan suku bunga BI Rate dari posisi saat ini 7,75% karena terjaganya inflasi di bulan Maret 2009 sebesar 0,22% yang stabil dari Februari 0,21%. (ir/ir)











































