BEI Evaluasi Kinerja Bakrie Brothers

BEI Evaluasi Kinerja Bakrie Brothers

- detikFinance
Jumat, 03 Apr 2009 22:01 WIB
BEI Evaluasi Kinerja Bakrie Brothers
Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap kinerja PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) terkait ambruknya kinerja perseroan hingga membukukan rugi bersih 2008 mencapai Rp 16,624 triliun.

"Kami pasti evaluasi," ujar Direktur Pencatatan BEI, Eddy Sugito di kantornya SCBD, Jakarta, Jumat (3/4/2009).

Eddy mengatakan BEI sudah menunjuk tim guna mengevaluasi kinerja BNBR. Namun ia mengaku belum dapat memberikan komentar lebih lanjut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Laporan baru masuk kan. Kita coba lihat. Tim lagi pelajari," ujar Eddy.

Tahun 2008, BNBR membukukan rugi bersih yang maha besar di tahun 2008 hingga mencapai Rp 16,624 triliun. Kerugian ini disebabkan oleh rugi penyertaan saham di anak-anak usahanya.

Demikian laporan keuangan PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) tahun 2008 yang diaudit oleh kantor akuntan publik (KAP) Doli, Bambang, Sudarmaji & Dadang, Jumat (3/4/2009).

Rugi bersih BNBR 2008 mencapai Rp 16,624 triliun yang berbalik 180 derajat dibandingkan tahun 2008 yang masih mencatat laba bersih Rp 223,357 miliar.

Laba bersih per saham ikut anjlok menjadi minus Rp 236,81 per saham dibandingkan tahun 2007 yang positif Rp 8,28 per saham.

Kerugian BNBR ini lebih karena kerugian atas penjualan penyertaan saham pada anak perusahaan dan perusahaan asosiasi yang mencapai Rp 17,061 triliun, dibandingkan tahun 2007 yang untung Rp 78,387 miliar.

Sementara pendapatan bersih BNBR di 2008 menunjukkan kenaikan yang signifikan hingga 59% menjadi Rp 8,404 triliun dibandingkan tahun 2007 yang sebesar Rp 5,288 triliun.

Laba usaha ikut naik 45% menjadi Rp 1,251 triliun dibandingkan tahun 2007 yang sebesar Rp 862,142 miliar.

BNBR juga mencatat rugi kurs yang membengkak di tahun 2008 sebesar Rp 526,473 miliar dibandingkan tahun 2007 yang rugi kurs sebesar Rp 51,587 miliar.

BNBR membukukan total aset hingga akhir tahun 2008 sebesar Rp 25,501 triliun yang melonjak 80% dibandingkan tahun 2007 yang sebesar Rp 14,137 triliun.



(dro/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads