"Rupiah memang menguat sepekan kemarin. Namun perlu diwaspadai, karena bisa saja ini merupakan bagian dari strategi hit and run para pemain valas," ujar pengamat rupiah Farial Anwar saat dihubungi detikFinance, Minggu (5/4/2009).
Menurut Farial, dalam kondisi ekonomi global tidak menentu seperti sekarang, investor cenderung bermain aman dalam investasinya. Biasanya para investor akan bermain jangka pendek dengan mengambil keuntungan yang tidak terlalu besar, namun ini dilakukan secara berulang dalam frekuensi cepat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Wajar saja kalau mereka bermain dengan cara hit and run. Penurunan rupiah waktu itu kan cukup tajam. Sekarang menguat perlahan. Para investor valas akan memanfaatkan ini untuk mengambil keuntungan dengan cara hit and run," ujarnya.
Kendati demikian, Farial tetap melihat potensi penguatan rupiah selama sepekan ke depan. Ia memprediksi rupiah akan bergerak di kisaran Rp 11.400 hingga Rp 11.550 per dolar AS.
"Pekan depan saya kira trennya masih menguat. Faktor global memicu penguatan rupiah terhadap dolar AS. Hal ini bisa dilihat dari menguatnya indeks saham kita. Penguatan indeks saham biasanya diiringi dengan penguatan rupiah. Walaupun kita lihat asing belum banyak masuk, tapi sudah mulai kembali masuk. Ini juga mendorong penguatan rupiah," jelas Farial.
Namun Farial melihat, laju tren penguatan rupiah terhadap dolar AS tidak akan terlalu tajam sebagaimana laju pelemahan rupiah yang sangat tajam beberapa waktu lalu. "Trennya memang menguat, tapi penguatannya tidak setajam penurunannya waktu itu," ujarnya.
Faktor penurunan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate), lanjut Farial, juga diharapkan akan memicu penguatan rupiah terhadap dolar AS pekan depan. BI baru saja memangkas BI Rate ke level 7,5% pada Jumat (3/3/2009).
"Penurunan BI Rate Jumat kemarin mendapat respon positif, baik dari pasar modal maupun kurs rupiah. Dari pasar modal, IHSG menembus level 1.500 dan diperkirakan bakal berlanjut pekan depan. Ini akan memancing asing masuk ke pasar modal yang berarti akan ada pembelian rupiah dan mendorong penguatan rupiah pekan depan. Namun harus tetap diwaspadai kemungkinan penguatan ini adalah bagian dari strategi hit and run saja," ujar Farial.
(dro/dro)











































