Pasar Saham Jenuh Beli

Pasar Saham Jenuh Beli

- detikFinance
Senin, 06 Apr 2009 07:41 WIB
Pasar Saham Jenuh Beli
Jakarta - Kenaikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang fantastis pekan lalu hingga tembus level 1.500 dikhawatirkan mulai goyang karena beberapa saham sudah dalam kondisi jenuh beli (overbought).

Kondisi jenuh beli ini akan memicu aksi ambil untung dalam perdagangan saham, Senin (6/4/2009). Saham-saham unggulan yang pekan lalu terus menerus naik bisa menjadi sasaran jual pelaku pasar.

Investor akan melakukan konsolidasi dulu sambil melihat perkembangan laporan keuangan emiten dan rencana pembagian dividen tahun 2008.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Membengkaknya rugi bersih Bakrie & Brothers (BNBR) hingga Rp 15 triliun lebih akan membuat investor hati-hati terhadap kelompok usaha ini.

Sementara bursa saham Wall Street pada akhir pekan lalu masih bisa menguat terbatas di tengah kabar buruk tingginya tingkat pengangguran di AS mencapai 8,5% yang terbesar sejak tahun 1983.

Pada perdagangan akhir pekan, Jumat (3/4/2009), indeks Dow Jones ditutup menguat tipis 39,51 poin (0,50%) ke level 8.017,59. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat tipis 8,12 poin (0,97%) ke level 842,50 dan Nasdaq menguat 19,24 poin (1,20%) ke level 1.621,87.

Sedangkan IHSG pada penutupan perdagangan saham Jumat (3/4/2009) naik 0,628 poin (0,04%) menjadi 1.500,361.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Panin Sekuritas

Seiring dengan kenaikan yang telah terjadi dalam beberapa hari terakhir, indikator RSI terlihat mulai memasuki area overbought. Jenuh beli-nya indeks juga terlihat dari penguatan yang mulai terbatas dalam perdagangan hari Jumat. Berita perekonomian dari AS, seperti industri otomotif maupun data makro ekonomi masih akan membayangi pergerakan bursa global. Kami perkirakan IHSG akan mulai mengalami tekanan jual pada perdagangan awal pekan. Meski demikian, kami masih cukup optimistis trend rally mingguan masih akan berlanjut secara terbatas pada pekan ini. Kisaran support-resistance pekan ini 1.482-1.530.

eTrading Securities

Tiga hari lagi pemilu diselengarakan namun diprediksi tidak banyak perubahan yang di harapkan dari pemilu ini. Presiden SBY masih menjadi calon yang kuat. Bedasarkan hasil survei Indonesia Survey Institute (LSI), Soegeng Sarijadi Syndicate (SSS) dan Information Research institute(LRI) dari total 36 partai hanya 9 partai akan mendapat kursi parlemen di pemilu 9 April ini, yaitu: Demokrat, PDI-P, Golkar, PPP, PAN, PKS, Gerindra, PKB dan Hanura.

Commodity: Nickel +6.9% ke level US$ 10,205/MT, Timah +4% menjadi US$11.070/MT, Light Crude Oil naik 1% menjadi US$ 53,03/barrel, Natural Gas +0.5% menjadi US$ 3,82, Gold -0.8% menjadi US$ 890,40/oz, Coal -1% ke level US$ 60,79/MT dan CPO +0,4% menjadi RM 2,230/MT.

Regional: Senin pagi ini Kospi +1%, ASX 200 +0,1%, Nikkei +1,4%. Ben S Bernanke mengatakan kebijakan dibuat untuk tidak membekukan pasar kredit dan yen telah melemah untuk 5 bulan berturut-turut. Penguatan dipimpin oleh Mizuho Financial Group Inc +3,9%. Nissan Motor Co +3% setelah Merrill Lynch & Co menaikkan harga estimasi pada produsen mobil dan melemahnya ten mendorong penjualan luar negeri. Panasonic Corp. menguat +4,8% setelah Nomura Holdings Inc menaikkan peringkat sahamnya untuk "buy". (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads