"Ya secepatnya lah kita panggil. Kalau bisa hari ini ya hari ini," ujar Direktur Pencatatan BEI, Eddy Sugito di kantornya, SCBD, Jakarta, Senin (6/4/2009).
Menurut Eddy, BEI akan meminta penjelasan soal koreksi pengurangan posisi kerugian perseroan yang cukup besar hanya dalam waktu 1 hari. Pada 3 April 2008, BNBR melaporkan kinerja keuangannya dengan posisi rugi bersih mencapai Rp 16,624 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pengumumannya yang terbaru, posisi rugi bersih BNBR berubah menjadi Rp 15,855 triliun. Perubahan angka sebesar Rp 1 triliun tersebut disebabkan pada pos 'bagian atas rugi bersih perusahaan asosiasi' dari semula Rp 582,048 miliar menjadi Rp 1,582 triliun.
Direktur BNBR Dileep Srivastava dalam pesan singkatnya ke detikFinance mengatakan kesalahan penulisan rugi bersih tersebut karena human error. Dia juga mengatakan kinerja BNBR 2009 akan tetap baik karena fundamental bisnis perusahaan yang bagus terutama dari Bumi Resources.
"Laporan keuangan BNBR 2008 yang dipublikasikan Jumat ada human error, karena seharusnya rugi bersih Rp 15,86 triliun bukan Rp 16,6 triliun," katanya.
Eddy mengatakan, BEI juga kemungkinan akan memanggil tim auditor yang ditunjuk perseroan guna meminta penjelasan soal koreksi tersebut. Laporan keuangan BNBR tahun 2008 yang diaudit oleh kantor akuntan publik (KAP) Doli, Bambang, Sudarmaji & Dadang.
"Kita minta mereka jelaskan kenapa dalam waktu satu hari terjadi pengurangan rugi yang cukup besar. Akan kita review. Nanti juga akan kita diskusikan dengan emitennya. Kalau memang perlu akan kita panggil juga auditornya," ujar Eddy.
Kendati demikian, Eddy belum bisa memberikan informasi mengenai indikasi yang mungkin terkait koreksi tersebut. "Belum berani mengatakan indikasi apa. Makanya harus ketemu dulu dengan manajemen BNBR," ujar Eddy.
Mengenai sanksi, Eddy juga belum dapat memastikan apakah BNBR akan kena sanksi atas keteledoran tersebut. โBelum tahu. Belum bisa ngomong. Saya harus ketemu dengan auditornya dulu. Tapi memang secara publik ini seharusnya di manage sedemikian rupa supaya ini tidak terjadi," ujar Eddy.
(dro/ir)











































