Pelemahan di Wall Street dan bursa regional menjadi penanda kemungkinan IHSG pada perdagangan Selasa (7/4/2009) ini akan mulai terbatas pergerakannya.
Jika perburuan saham-saham komoditas berlanjut masih peluang IHSG untuk menguat masih terbuka. Apalagi mulai masuknya dana asing ke lantai bursa memberikan angin segar ke pasar saham.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Β Β Β
Pada penutupan perdagangan Senin waktu AS (6/4/2009), indeks Dow Jones turun 41,74 poin (0,52%) ke level 7.975,85. Indeks Standard & Poor's 500 turun 7,02 poin (0,83%) ke level 835,48 dan Nasdaq turun 15,16 poin (0,93%) ke level 1.606,71.
Sedangkan IHSG pada penutupan perdagangan saham Senin kemarin (6/4/2009) menguat 16,280 poin (1,09%) menjadi 1.516,641.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas
Optima Securities
Penguatan bursa utama regional di atas 1% membuat investor masih akumulasi saham unggulan sehingga menguat 16 poin ke posisi 1.516. Aliran dana asing masih terasa sehingga nilai transaksi mencapai lebih dari Rp 3 triliun yang menandakan fase bullish sejak akhir bulan lalu masih bertahan. Rally lebih lanjut masih terbuka dikisaran 1.510-1.550 dengan pilihan saham: AALI, ELTY, HEXA, INDF dan UNSP.
eTrading Securities
Transaksi BEI kemarin mencatat rekor tertinggi tahun ini, dengan total value Rp 3,9 triliun. Investor kembali mengincar saham-saham ditengah melemahnya Rupiah. Rupiah terhadap USD kembali menguat menjadi Rp 11.300/dollar semakin menjauhi level fisikologi nya Rp12.000. IHSG kembali mencatat peningkatan 5 kali berturut-turut +1% menjadi 1.516,6. Net-purchase dari asing masih berlanjut, Rp 308 miliar kemarin. ITMG yang selama ini tertidur kembali bergairah setelah saham yang lain sudah terlihat mahal, ITMG +18%.
Pemerintah kembali memberi fokus pada sektor sawit setelah harganya meningkat 28% tahun ini. Pemerintah merencanakan menurunkan batas bawah harga (treshold) tarif bea keluar nol persen dari $700 per ton sawit menjadi $650 per ton atau dengan cara menetapkan tarif pajak 1,5% untuk semua harga dibawah $600 per ton.
Turnover Bursa Indonesia terus membaik menjelang pemilu 9 April 2009. Politik indonesia cenderung stabil tahun ini dan struktur bisnis indonesia yang berbeda dengan negara lain atau lebih terorientasi pada pasar domestik. Perusahaan yang masih bisa mencatat peningkatan di masa krisis global ini cenderung masih banyak, seperti TLKM, ISAT, PGAS, HEXA, UNVR, HMSP, JSMR dan GGRM dengan total bobot 28%.
Sementara BI rate cenderung cenderung menurun, saat ini 7,5% terendah sejak July 2005 diperdiksikan 7% akhir tahun ini. Saham-saham yang di untungkan seperti banking: BBRI, BBCA, BDMN dan BMRI, Cement: SMGR, INTP dan SMCB, Property: LPKR, ELTY dan CTRA, Automotive:ASII. Dengan total bobot 29%. Maka apabila kita menimbang Bursa Indonesia di tengah krisis global maka indonesia di nilai 57% bebas dari efek krisis global. Jadi tidak ada alasan untuk tidak membeli saham di Bursa Indonesia.Β (ir/ir)











































