CIMB GK Securities Indonesia dalam analisanya, Selasa (7/4/2009) menyebut WIKA seharusnya berada pada posisi lebih baik dibanding perusahaan BUMN jasa kontraktor lainnya.
CIMB menulis ada beberapa kelebihan yang dimiliki WIKA:
- Lebih dari 70% pekerjaan konstruksi datang dari pemerintah dan BUMN.
- 72% bisnis beton adalah untuk proyek BUMN dan infrastruktur.
- Risiko neraca yang lebih rendah dibanding Adhi Karya karena posisi net cash Rp 424 miliar pada akhir tahun 2008 dibanding Adhi Karya yang memiliki utang bersih Rp 997 miliar pada September 2008.
WIKA adalah kontraktor BUMN terbesar kedua di Indonesia yang berdiri pada 1960 dengan memiliki pangsa pasar 5% sedangkan pangsa pasar Adhi Karya 7%. Konstruksi masih mendominasi pendapatan dengan 67%. WIKA juga bergantung pada proyek pemerintah dan BUMN (87%) dan sisanya dari swasta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
WIKA juga membuat tangki LPG dan pemanas air sebagai trading bisnis dan dintungkan oleh program konversi minyak tanah. Sementara bisnis realty adalah membangun rusunami yang mendapat subsidi dari pemerintah.
"Namun kami kurang positif karena perbankan kini lebih hati-hati dalam memberikan kredit ataupun pinjaman," kata CIMB.
WIKA juga akan diuntungkan oleh proyek 10 ribu W dengan pangsa pasar 30% dan kebanyakan proyek WIKA didukung oleh pendanaan kuat oleh bank.
"Kami memulai coverage pada WIKA dengan rating outperform dan target harga Rp 270, atau 8x CY10 P/E sama seperti pembanding regional," tulis CIMB.
WIKA akan terlihat menarik jika hari ini menembus Rp 240 dengan volume yang signifikan.
Untuk sahamnya:
Konsolidasi bawah: minor Rp 220, major Rp 210
Konsolidasi atas: minor Rp 240, major Rp 260
(ir/qom)











































