"Jumlah AB yang mengalami kerugian di tahun 2008 sebanyak 51 AB," ungkap Direktur Perdagangan Fix Income dan Derivatif, Keanggotaan dan Partisipan Bursa Efek Indonesia (BEI) Guntur Pasaribu di kantornya, SCBD, Jakarta, Rabu (8/4/2009).
Total jumlah AB yang tercatat di BEI pada tahun 2008 sebanyak 121 AB. Dari jumlah tersebut, yang sudah memberikan laporan keuangan 2008 sebanyak 113 AB.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dua AB yang sedang disuspensi adalah PT Sarijaya Permana Sekuritas dan PT Signature Capital. Dua AB yang sudah dicabut keanggotaannya adalah PT Eurocapital Peregrene Securities dan PT Antaboga Delta Sekuritas Indonesia.
Sedangkan 4 AB yang belum wajib melaporkan karena laporan keuangan mereka dihitung per Maret adalah PT Nikko Securities, PT Nomura Indonesia, PT Macquarie Capital Securities Indonesia dan PT Waterfront Securities Indonesia.
"AB yang membukukan laba bersih tahun 2008 sebanyak 63 AB. Meski pun jumlah AB yang mengalami rugi bertambah namun dengan masih lebih banyaknya AB yang membukukan laba menunjukkan kalau secara umum kinerja AB masih baik," ujar Guntur.
Menurut Guntur, penyebab utama para AB mengalami kerugian tahun 2008 adalah merosotnya nilai portofolio yang dimiliki para AB.
"Penyebab utamanya adalah karena memang tahun 2008 nilai portofolio saham dan obligasi banyak yang merosot. Kan banyak AB yang juga memiliki portofolio saham dan obligasi emiten-emiten bursa," jelas Guntur.
Tahun 2007, total jumlah AB yang tercatat di BEI sebanyak 121 AB. Namun yang melaporkan kinerjanya sebanyak 120 AB. Dari jumlah tersebut, sebanyak 114 AB membukukan laba bersih, sedangkan yang mengalami kerugian hanya sebanyak 6 AB.
(dro/ir)











































