"Partai melihat kemenangan Demokrat cukup baik, tapi kalau cuma mengandalkan suara demokrat di pilpres akan sulit, perlu koalisi. Tapi koalisi dengan ongkos murah yang disukai," kata pengamat pasar modal Dandossi Matram ketika dihubungi detikFinance di Jakarta, Sabtu (11/04/2009).
Ongkos politik dan ekonomi yang murah tersebut itu menurut Dandossi jika koalisi tersebut tidak menimbulkan huru-hara sehingga stabilitas politik dan ekonomi tetap terjaga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dibanding pemerintahan sebelumnya, SBY-Kalla lebih peka terhadap perubahan-perubahan pasar baik di dalam maupun luar negeri. Jika SBY harus memilih pasangan baru maka harus ada penyesuaian lagi, apalagi sektor ekonomi selama ini diawasi oleh wapres," tutur Dandossi.
Dia menilai, paket SBY-JK punya nilai positif ketimbang SBY harus memilih wakil lain meskipun sama-sama Golkar.
"Kalau misalnya SBY memilih pasangan lain, tentu pasangannya ini akan fokus ke 2014. Tapi jika paket SBY-Kalla diteruskan mereka bisa all out mencurahkan energinya untuk masalah-masalah bangsa," katanya.
Dandossi menilai tren Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bisa positif hingga pilpres Juli mendatang. Apalagi jika suku bunga antar bank turun dan likuiditas bertambah.
Sementara pengamat pasar modal Adler Haymans Manurung, ketika dihubungi detikFinance berharap SBY jangan lagi plinpan jika kembali menjabat di periode keduanya. Ia juga berharap tidak ada lagi masalah buruk di pasar saham Indonesia.
"SBY masih plin-plan dalam memutuskan suatu hal, khususnya di pasar modal, selama lima tahun pemerintahannya terlihat biasa-biasa saja dan tidak ada yang berubah," ujar Adler.
Harusnya, lanjut Adler, pemerintah mengubah semua jajaran yang ada di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Badan Pengawas Pasar Modal Lembaga Keuangan (Bapepam LK), semua diganti dengan orang-orang yang lebih berkompeten dalam melaksanakan tugasnya.
"SBY juga harus dapat membuat kebijakan-kebijakan yang bersifat jangka panjang dan dapat meyakinkan para pelaku pasar agar tidak perlu khawatir akan gejolak ekonomi global," jelasnnya.
Ia menambahkan, saat ini hasil pemilu sementara memang membuktikan masyarakat masih percaya akan kepemerintahan SBY, namun masyarakat mengharapkan situasi dan kondisi sosial politik yang lebih baik.
"Masyarakat masih mengusulkan SBY, untuk itu, SBY harus tegas jika nantinya terpilih kembali sebagai pemimpin," pungkasnya.
(ir/ir)











































