"Di tahun 2008, SMCB mampu menyaingi kompetitornya (SMGR, INTP) dan kami prediksikan akan bertahan ke depannya," kata analis Danareksa Chandra S Pasaribu dalam risetnya, Senin (13/4/2009).
Arus kas operasional SMCB yang menguat membuat sahamnya direkomenadsikan dalam posisi beli hingga level Rp 700. Sementara pada perdagangan saham pukul 10.35 WIB, Senin (13/4/2009) saham SMCB naik Rp 20 (3,39%) menjadi Rp 610.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
fasilitas pinjaman dari holding. Sedangkan pinjaman Tranche B diubah, dengan menjadikannya jatuh tempo di 2014.
Gearing saat ini ada di level 126%. "Ekspektasi kami bahwa perusahaan akan net cash di 2014," ujar Chandra.
SMCB juga mencatat arus kas operasional yang membaik dengan kinerja yang bagus di 2008. "Kami meyakini bahwa perusahaan masih harus menunggu sekitar lima tahun sebelum mencapai level kas yang positif," katanya.
SMCB juga melakukan kebijakan procurement 50:50 antara kontrak jangka panjang dan harga spot. Harga batubara sendiri cenderung menguat dibanding tahun lalu. Asumsi harga yang dipakai Danareksa adalah US$ 75/tonne, sama dengan perusahaan semen lainnya.
Rencana Akuisisi
SMCB akan melakukan RUPSLB pada 15 Mei mendatang untuk meminta persetujuan melakukan akuisisi Holcim Malaysia. Nilai traksaksi diperkirakan US$ 144juta. Sementara belum ada informasi lebih lanjut. Kemungkinan akuisisi ini sebagai strategi untuk penetrasi ke pasar Sumatera.
Konsumsi Semen Domestik
Konsumsi semen dalam negeri menunjukkan kecenderungan peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Total konsumsi tahun 2008 yaitu 38 juta ton, naik dari tahun 2007 yang sebesar 34 juta ton.
(ir/qom)











































