Holcim Tak Lagi Dipandang Sebelah Mata

Rekomendasi Saham

Holcim Tak Lagi Dipandang Sebelah Mata

- detikFinance
Senin, 13 Apr 2009 10:45 WIB
Holcim Tak Lagi Dipandang Sebelah Mata
Jakarta - PT Holcim Indonesia Tbk (SMCB) mencatat pertumbuhan yang cemerlang di tahun 2008. Holcim mulai mampu menyaingi kompetitornya Semen Gresik dan Indocement sehingga tidak lagi dipandang sebelah mata.

"Di tahun 2008, SMCB mampu menyaingi kompetitornya (SMGR, INTP) dan kami prediksikan akan bertahan ke depannya," kata analis Danareksa Chandra S Pasaribu dalam risetnya, Senin (13/4/2009).

Arus kas operasional SMCB yang menguat membuat sahamnya direkomenadsikan dalam posisi beli hingga level Rp 700. Sementara pada perdagangan saham pukul 10.35 WIB, Senin (13/4/2009) saham SMCB naik Rp 20 (3,39%) menjadi Rp 610.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

SMCB juga terus giat merestrukturisasi utang yang melakukan pelunasan terhadap pinjaman Tranche A dengan
fasilitas pinjaman dari holding. Sedangkan pinjaman Tranche B diubah, dengan menjadikannya jatuh tempo di 2014.

Gearing saat ini ada di level 126%. "Ekspektasi kami bahwa perusahaan akan net cash di 2014," ujar Chandra.

SMCB juga mencatat arus kas operasional yang membaik dengan kinerja yang bagus di 2008. "Kami meyakini bahwa perusahaan masih harus menunggu sekitar lima tahun sebelum mencapai level kas yang positif," katanya.

SMCB juga melakukan kebijakan procurement 50:50 antara kontrak jangka panjang dan harga spot. Harga batubara sendiri cenderung menguat dibanding tahun lalu. Asumsi harga yang dipakai Danareksa adalah US$ 75/tonne, sama dengan perusahaan semen lainnya.

Rencana Akuisisi
                                                         
SMCB akan melakukan RUPSLB pada 15 Mei mendatang untuk meminta persetujuan melakukan akuisisi Holcim Malaysia. Nilai traksaksi diperkirakan US$ 144juta. Sementara belum ada informasi lebih lanjut. Kemungkinan akuisisi ini sebagai strategi untuk penetrasi ke pasar Sumatera.
 
Konsumsi Semen Domestik

Konsumsi semen dalam negeri menunjukkan kecenderungan peningkatan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Total konsumsi tahun 2008 yaitu 38 juta ton, naik dari tahun 2007 yang sebesar 34 juta ton.

(ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads