Euforia Hasil Pemilu, IHSG dan Rupiah Naik Tajam

Sesi Siang

Euforia Hasil Pemilu, IHSG dan Rupiah Naik Tajam

- detikFinance
Senin, 13 Apr 2009 12:08 WIB
Euforia Hasil Pemilu, IHSG dan Rupiah Naik Tajam
Jakarta - Pasar saham dan valas naik drastis karena tengah dilanda euforia hasil pemilu yang aman. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meloncat tajam dan mencatat posisi tertinggi sejak Oktober 2008.

Keunggulan partai Demokrat diantisipasi pasar sebagai berlanjutnya pemerintahan SBY untuk periode kedua. Setelah tembus level 1.500, pasar memprediksi IHSG sampai akhir tahun bisa mencapai level 1.755. 

Antusias pelaku pasar terlihat dari maraknya nilai transaksi dengan perburuan pada saham-saham unggulan. IHSG juga mengikuti pergerakan positif di bursa regional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Banjir dana di lantai bursa itu ikut mengangkat rupiah yang kian mendekati level 11.000 per dolar AS.

Pada penutupan perdagangan saham sesi satu, Senin (13/4/2009) IHSG menguat tajam 66,147 poin (4,51%) menjadi 1.531,897. Sedangkan rupiah pada perdagangan valas pukul 12.00 WIB menguat 250 poin ke posisi  11.100 per dolar AS.

Perdagangan saham sesi siang sangat ramai dengan mencatat transaksi sebanyak 63.680 kali, pada volume 3,612 miliar unit saham, senilai Rp 2,629 triliun. Sebanyak 127 saham naik, 18 saham turun dan 39  saham stagnan.

Saham-saham yang naik harganya antara lain, Bumi Resources (BUMI) naik Rp 80 menjadi Rp 1.020, Tambang Batubara Bukit Asam (PTBA) naik Rp 600 menjadi Rp 8.050, Telkom (TLKM) naik Rp 400 menjadi Rp 7.300, Indofood Sukses Makmur (INDF) naik Rp 80 menjadi Rp 1.040 dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI) naik Rp 175 menjadi Rp 4.850.

Sementara bursa saham Asia pada sesi siang ini juga melonjak tajam seperti Hang Seng naik 2,95%, KOSPI naik 0,56%, Nikkei naik 0,35%, Shanghai naik 2,31%, STI Singapura naik 2,7% dan Taiwan naik 1,01%.       

Berikut rekomendasi dari CIMB-GK Securities Indonesia

Kami menaikan rekomendasi Jakarta Composite Index (JCI) dari neutral menjadi OVERWEIGHT dengan target YE09 di 1755 (dari 1530), dengan menggunakan metode bottom up dengan memasukan faktor cost of equity yang lebih rendah 50-150 bp. Target ini menandakan 9.9x CY10 P/E atau -1 standar deviasi dari 3-year MA rolling PER. Sektor dengan beta yang lebih tinggi akan outperform saham-saham defensive, menurut kami. Overweight utama pada sektor perbankan dan semen. Tetap underweight pada consumer discretionary, karena pengucuran kredit di sektor ini akan melambat, setelah tumbuh kencang tahun lalu. Comfort level yang lebih tinggi pada CPO, batubara dan nickel (sesuai urutan). Top buy kami: BMRI, BDMN, BBRI. Kami juga percaya INTP, ADRO, UNTR akan baik dengan mereview target harga mereka. Diurutan berikutnya: AALI, LSIP, SGRO. Resiko utama berikutnya adalah pemilihan presiden.

(ir/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads