"Mereka (BNBR) kan tadinya bilang akan menyampaikan penjelasan secara tertulis, tapi kita tunggu-tunggu belum ada," ujar Direktur Pencatatan BEI, Eddy Sugito di kantornya, SCBD, Jakarta, Senin (13/4/2009).
Menurut Eddy, BEI telah memberikan tenggat waktu pada manajemen BNBR untuk memberikan penjelasan tertulisnya selama 3 hari bursa. BEI hingga saat ini masih menunggu penjelasan tertulis tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eddy mengatakan, setelah BNBR memberikan penjelasan tertulisnya, BEI akan menelaah kembali apakah masalah tersebut akan ditindaklanjuti atau tidak. Saat ini, sebagaimana dikatakan Eddy sebelumnya, BEI belum mengindikasikan apa pun kepada BNBR.
"Justru sedang kita tunggu. Kalau misalnya nanti ada yang tidak masuk akal, kalau kita merasa kurang masuk akal, akan kita follow up lagi," ujar Eddy.
Pekan lalu, BNBR telah menemui BEI guna memberikan penjelasan soal koreksi laporan keuangan tahun 2008. Eddy mengatakan, saat itu manajemen BNBR menyatakan koreksi terjadi karena adanya human error.
"Berdasarkan penjelasan mereka secara lisan, kita tahunya itu salah ketik. Tapi yang namanya salah ketik, juga reviewnya, seharusnya kecil. Tapi ini kan Rp 1 triliun. Harusnya tidak boleh kesalahan seperti itu. Apalagi ini kan untuk publik," ujar Eddy.
Mengenai rencana pemanggilan tim auditor laporan keuangan BNBR, Eddy belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut. Ia hanya mengatakan, kalau dianggap perlu BEI masih bisa memanggil tim auditor BNBR.
"Ya bisa saja kita panggil auditornya. Kita lihat duduk perkaranya seperti apa. Makanya akan kita lihat dulu penjelasan tertulis mereka," ujar Eddy.
Pada 3 April 2008, BNBR melaporkan kinerja keuangannya dengan posisi rugi bersih mencapai Rp 16,624 triliun.
Kerugian maha besar tersebut disebabkan rugi atas penjualan penyertaan saham anak usaha yang mencapai Rp 17,061 triliun. Namun pada 4 April 2009, BNBR mengumumkan adanya kesalahan pencatatan laporan keuangan.
Dalam pengumumannya yang terbaru, posisi rugi bersih BNBR berubah menjadi Rp 15,855 triliun. Perubahan angka sebesar Rp 1 triliun tersebut disebabkan pada pos 'bagian atas rugi bersih perusahaan asosiasi' dari semula Rp 582,048 miliar menjadi Rp 1,582 triliun.
Direktur BNBR Dileep Srivastava sebelumnya mengatakan kesalahan penulisan rugi bersih tersebut karena human error. Dia juga mengatakan kinerja BNBR 2009 akan tetap baik karena fundamental bisnis perusahaan yang bagus terutama dari Bumi Resources.
(dro/ir)











































