Saham GM merosot hingga 16,18% menjadi hanya 1,71 dolar. Kejatuhan harga saham itu terjadi sesaat setelah New York Times menuliskan, Depkeu AS telah meminta GM untuk mempersiapkan kemungkinan kebangkrutan sembari memperjuangkan restrukturisasi diluar pengadilan. Sehingga jika restrukturisasi gagal, GM bisa langsung minta perlindungan kebangkrutan.
Berbeda dengan saham GM yang terus terpuruk, saham-saham perbankan justru semakin mengukuhkan posisinya di Wall Street. Investor berharap perbankan akan melaporkan kondisinya yang membaik, termasuk raihan labanya. Investor sebelumnya sudah mendapat petunjuk dari cetakan laba Wells Fargo yang cukup mengejutkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pasar menyambut dengan gembira. Tidak banyak perbaikan pada bank, namun mereka tidak akan mati. Bank-bank ini kembali ke jalannya," ujar Les Satlow, manajer portofolio dari Cabot Money Management seperti dikutip dari Reuters, Selasa (14/4/2009).
Sementara pada perdagangan Senin (13/4/2009), indeks Dow Jones tercatat turun tipis 25,57 poin (0,32%) ke level 8.057,81. Indeks Standard & Poor's 500 naik tipis 2,17 poin (0,25%) ke level 858,73 dan Nasdaq menguat tipis 0,77 poin (0,05%) ke level 1.653,31.
Boeing menjadi salah satu saham penahan kenaikan indeks Dow Jones. Prospek yang suram membuat saham produsen pesawat AS itu turun 5,1%.
Perdagangan berjalan cukup moderat, di New York Stock Exchange mencapai 1,48 miliar, sedikit di bawah rata-rata tahun lalu yang sebanyak 1,49 miliar. Sementara di Nasdaq, transaksi mencapai 1,84 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu yang hanya 2,28 miliar.
(qom/qom)











































