Pesta Saham Tak Lagi Heboh

Pesta Saham Tak Lagi Heboh

- detikFinance
Selasa, 14 Apr 2009 07:47 WIB
Pesta Saham Tak Lagi Heboh
Jakarta - Pesta saham di lantai bursa pada Senin kemarin (13/4/2009) diprediksi masih berlanjut. Namun pesta saham kali ini tidak seheboh kemarin karena ada ancaman aksi ambil untung.

Tren bullish masih akan terasa pada perdagangan saham Selasa (14/4/2009) yang membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bisa bertahan di zona positif.

Sisa-sisa euforia hasil pemilu masih tertinggal sedikit namun yang jadi perhatian pelaku pasar adalah rencana pembagian dividen beberapa saham terutama saham BUMN yang royal memberikan dividen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

IHSG juga akan mengkuti pergerakan bursa saham regional. Indeks Nikkei Jepang pada Selasa pagi ini dibuka menguat 31,47 poin (0,35%) 8.955,90.
     
Sementara Wall Street mulai tertekan karena kaba pemerintah AS yang telah memerintahkan raksasa otomotif General Motors (GM) untuk mempersiapkan kemungkinan kebangkrutan pada 1 Juni mendatang.

Pada penutupan perdagangan Senin waktu AS (13/4/2009), indeks Dow Jones tercatat turun tipis 25,57 poin (0,32%) ke level 8.057,81. Indeks Standard & Poor's 500 naik tipis 2,17 poin (0,25%) ke level 858,73 dan Nasdaq menguat tipis 0,77 poin (0,05%) ke level 1.653,31.

Sedangkan IHSG pada penutupan perdagangan saham Senin kemarin (13/4/2009) melonjak hingga 74,653 poin (5,09%) ke posisi 1.540,403.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Panin Sekuritas


IHSG kemarin bergerak menguat +5,09% ditutup pada 1.540,403 dengan transaksi menembus Rp 4 T. Kenaikan IHSG tercatat merupakan tertinggi di kawasan regional. Nilai tukar rupiah terlihat juga menguat mendekati level Rp 11.100/USD. Penguatan IHSG dan rupiah terutama didukung oleh relatif lancarnya pemilu legislatif pekan lalu. Stabilitas politik adalah salah satu faktor yang menjadi penilaian investor asing dalam berinvestasi di emerging market. Meski demikian, kami melihat lonjakan naiknya indeks merupakan euforia sesaat. Perkembangan ekonomi global serta dalam negeri masih akan menjadi perhatian investor. Secara teknikal, IHSG tengah berada dalam trend bullish. Perlu diperhatikan beberapa saham unggulan telah memasuki area overbought. Kisaran support-resistance 1.525-1.570.
 
Optima Securities


Pesta demokrasi menjalar ke bursa sehingga investor pun ikut euforia yang membuat indeks melonjak 74 poin (5%) ke posisi 1.540 sehingga tertinggi selama enam bulan terakhir. Nilai transaksi juga mencatat kenaikan signifikan sebesar Rp 3,6 triliun. Saham-saham blue chip menjadi incaran dimana asing tercatat net buy Rp 400 miliar. Disamping pelaksanaan pemilu yang lancar, menguatnya rupiah dan stabilnya bursa Amerika di level 8.000 menambah kepercayaan investor masuk ke bursa. Indeks makin mendekati level 1.550 atau bertepatan dengan Fibbo 161,8%.  Fase bullish masih dominan dengan pergerakan IHSG di level 1.520-1.580 dengan pilihan saham: BBRI, BNII, INDF, TLKM, dan  UNVR.

eTrading Securities


IHSG di prediksikan lebih tenang hari ini di bandingkan Senin kemarin. Suasana pemilu masih membara di Indonesia. Siapa yang akan berkoalisi siapa yang tidak. Partai Demokrat yang memimpin perhitungan cepat sebesar (20,4%) menjadi tantangan dua legenda partai besar PDI-P (14,3%) dan Golkar (14,2%). Golkar mulai mendekati Demokrat, sementara PKS (8,5%) yang di perkirakan akan berkoalisi dengan Demokrat akan membatalkan diri.

Rupiah terus menguat mendekati Rp 11.000/dollar (tepatnya Rp 11,135) dan IHSG melambung tinggi dengan transaksi dan level tertinggi tahun ini. IHSG di tutup +5% menjadi 1.540,4 dengan turnover Rp 4,1 triliunn yang memberikan sedikit nafas untuk broker. Saham properti kembali diburu, CTRP naik ke limit atas +24% menjadi Rp 260. Kas arbitrase mengerek saham ini ke langit. Berdasar kan kas FY08 maka arbitrase kas CTRP adalah Rp271/saham.

Regional Selasa pagi ini: Nikkei -0,7%, STI -1,25%, Kospi -0,6% dan SP/ASX 200 +2,3%.
Commodity: Light crude oil (-0.4%) US$ 49,85 , Natural Gas (-0.1%) US$ 3,62, Gold (-0.2%) US$ 894,20, Coal +4% menjadi US$ 63,24, CPO(-0.5%) 2.418 RMY. (ir/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads