Suara Dua AB Besar Tentukan Nasib Paket Abi

Suara Dua AB Besar Tentukan Nasib Paket Abi

- detikFinance
Selasa, 14 Apr 2009 09:09 WIB
Suara Dua AB Besar Tentukan Nasib Paket Abi
Jakarta - Setelah paket calon direksi BEI yang digalang Guntur Pasaribu belum ada kejelasan, sebuah paket tandingan baru muncul ke permukaan. Namun Paket yang dipimpin Abiprayadi Riyanto harus bisa mengambil dua suara anggota bursa besar.

Direktur Utama PT Mandiri Manajemen Investasi yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) Abiprayadi Riyanto berencana menggalang paket tandingan melawan paket yang akan dipimpin oleh Komisaris Utama PT Bahana Securities Ito Warsito.

Namun dukungan mutlak paket Abi baru sebesar Rp 107,250 triliun atau setara dengan 6,41% dari total nilai transaksi 119 anggota bursa (AB/sekuritas/broker) selama periode 1 April 2008 hingga 31 Maret 2009 yang mencapai Rp 1.674,482 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk menggalang paket sendiri, Abi membutuhkan minimal dukungan 10% dari total nilai transaksi selama periode tersebut. Dukungan suara PT Danatama Makmur (II) atau PT Merrill Lynch Indonesia (ML) mutlak dibutuhkan jika paket Abi benar-benar ingin maju ke pemilu BEI pada 24 Juni 2009.

"Paket Abi baru memperoleh dukungan 9 AB dengan nilai transaksi sebesar Rp 107,250 triliun atau sekitar 6%. Abi masih membutuhkan dukungan suara sebesar 4% untuk bisa maju ke pemilu BEI," ujar sumber detikFinance di lantai bursa, Selasa (14/4/2009).

Berdasarkan dokumen yang diterima detikFinance, total nilai transaksi 119 AB selama periode 1 April 2008 hingga 31 Maret 2009 mencapai Rp 1.674,482 triliun. AB yang berhak mencalonkan sebanyak 70 AB dengan total nilai transaksi sebesar Rp 1.570,259 triliun (93,775%).

Dua AB seharusnya bisa mengajukan nama kandidat, yaitu PT Sarijaya Permana Sekuritas dan PT Dinar Sekuritas yang memiliki nilai transaksi masing-masing sebesar Rp 22,012 triliun (1,31%) dan Rp 7,864 triliun (0,47%). Namun keduanya dalam status suspensi, sehingga tidak dapat mengajukan nama kandidat pada pemilu BEI.

Sebanyak 37 AB tidak bisa mengajukan nama kandidat lantaran nilai transaksi dan jumlah frekuensi transaksinya selama periode 1 April 2008 hingga 31 Maret 2009 di bawah batas minimal 0,2%.

"Dari 70 AB yang bisa mengajukan nama calon, baru 9 AB yang benar-benar mendukung paket Abi. Sebanyak 14 AB masih belum memberikan komitmen dukungannya, salah satunya Danatama dan Merrill Lynch," ujar sumber tersebut.

Danatama menduduki peringkat teratas dalam peringkat nilai transaksi AB selama periode 1 April 2008 hingga 31 Maret 2009 sebesar Rp 106,438 triliun (6,36%). Merrill Lynch menduduki peringkat 7 sebesar Rp 54,369 triliun (3,25%).

"Kalau paket Abi benar-benar mau maju, dia harus mendapat dukungan dari Danatama atau Merrill Lynch. AB-AB besar yang menduduki peringkat antara Danatama dan Merrill Lynch sudah mendukung paket Ito. Daripada mengumpulkan suara AB-AB kecil, paket Abi akan lebih mudah kalau mendapat dukungan Danatama atau Merrill Lynch," ujar sumber tersebut.

Susunan paket Abi kemungkinan antara lain: Direktur Utama Panin Sekuritas I Made Rugeh, Direktur Utama Bhakti Securities Wishnu Handoyono, Direktur Utama Ciptadana Securities Ferry Budiman, Kepala Divisi Riset dan Pengembangan Produk BEI Kandi Sofia S dahlan, Kepala Divisi Perdagangan BEI Hamdy Hassyarbaini dan Achmad Zaki, mantan Direktur PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI).

Kemunculan paket Abi sempat mengagetkan. Sebab sebelumnya, paket yang akan digalang Guntur menjadi andalan melawan paket Ito. Namun saat ini justru sebaliknya, paket Guntur tidak terdengar kabar.

Banyak yang sangsi dengan majunya paket Abi. Menurut tokoh senior pasar modal Adler Manurung, sosok Abi bukanlah orang yang tepat menjabat kursi BEI 1.

"Abi itu kan orang manajer investasi. Saya pikir dia kurang cocok menduduki BEI 1," ujarnya pekan lalu.

Pengamat pasar modal Edwin Sinaga pun sedikit resah, sebab paket Abi sama sekali tidak membawa orang dalam pemerintahan dalam paketnya.

"Saya pikir Abi cukup berani. Ia tidak memasukkan orang dalam (pemerintahan) di paketnya. Tapi saya kira dengan adanya dua paket direksi sudah bagus ketimbang satu paket saja," jelas Edwin.

Sayangnya hingga saat ini, detikFinance belum berhasil menghubungi Abi guna mengkonfirmasi hal ini. Untungnya, Ferry Budiman, salah satu kandidat paket Abi mau memberikan komentar.

"Ya saya memang diusulkan maju direksi bersama paket pak Abi. Namun kelihatannya belum fixed ya. Masih menunggu dukungan para AB. Nama-nama tersebut masih dibahas dan belum diserahkan ke Bapepam. Tapi kalau didukung, saya siap maju," ujar Ferry.

Sementara Direktur Utama Merrill Lynch Lily Widjaja yang semula berencana maju direksi bersama paket Guntur, malah memisahkan diri dan kini mengundurkan diri dari niatnya maju.

Hingga saat ini, Lily masih enggan berkomentar soal dukungan suara AB yang dipimpinnya itu akan berpihak kepada paket mana. Manajemen Danatama juga belum bisa dihubungi untuk mengkonfirmasi hal ini.

Namun yang jelas, kelangsungan paket Abi sangat membutuhkan dukungan suara AB Lily, atau Danatama, supaya tidak perlu repot-repot mengumpulkan suara AB-AB kecil.

Jika Abi berhasil mencapai kuota nilai transaksi 10%, maka dipastikan Abi bakal berhadapan dengan paket yang dipimpin oleh Ito, yang notabene sudah mendapat dukungan kuat dan sudah solid nama-nama kandidatnya.

Susunan paket Ito antara lain: Direktur Pencatatan BEI Eddy Sugito, Corporate Secretary BEI Friderica Widyasari Dewi, Direktur Utama PT Pacific Duaribu Investindo Adikin Basirun, Direktur PT Dhanawibawa Artha Cemerlang Uriep Budhi Prasetyo, Kepala Divisi Perdagangan Saham BEI Supandi dan Kepala Divisi Pemasaran BEI Wan Wei Yiong. (dro/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads