Β
Bank Swadesi pada akhir tahun 2008 berhasil meraup keuntungan bersih sebesar Rp 19,221 miliar atau meningkat 144,29 persen dari tahun sebelumnya Rp 8.486 miiiar.
Β
Demikian hal tersebut dikemukakan oleh Direktur Utama Bank Swadesi Ningsih Suciati di sela RUPS di Kantor Pusat Bank Swadesi, Jalan Samanhudi, Jakarta, Selasa (14/4/2009).
Β
"Laba bersih yang diraih tersebut merupakan perkembangan dan pertumbuhan Bank Swadesi yang sangat menggembirakan, terlebih lagi ditengah kondisi ekonomi yang masih mengalami krisis globalisasi," ujarnya.
Β
Keuntungan yang berhasil diraih tahun lalu tersebut yang mana pendapatan bunga, tahun 2008 sebesar Rp 126,818 miliar sedangkan beban bunga periode yang sama Rp 67.537 miliar.
Β
Sementara itu pendapatan operasional lainnya sebesar Rp 4.823 miliar sedangkan jumlah beban operasional Rp 34.913 miliar.
Β
Selain itu juga mencerminkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Bank Swadesi cukup tinggi. Semua itu tidak terlepas hasil kerja keras seluruh jajaran manajemen dan karyawan Bank Swadesi.
Β
Dari sisi kredit yang disalurkan kepada masyarakat tahun 2008 mencapai Rp 875.830 miliar atau naik 40,94 persen dari tahun sebelumnya sebesar Rp 621.433 miliar.
Β
Pangsa pasar menurut jenis penggunaan untuk Kredit Modal Kerja mencapai 79,45 persen, Kredit lnvestasi 13.05 pasar dan Kredit Konsumsi 7,5 persen. Untuk sektor ekonomi bidang perdagangan masih cukup besar yaitu 47,36 persen, sektor industri 16,25 persen dan sektor jasa bisnis 13.99 persen.
Β
Bank Swadesi akan memanfaatkan keunggulan dari BoI memperkuat unit usaha UMKM, unit usaha treasury dan kredit korporasi dengan memanfaatkan keahlian dan tenaga kerja dari BoI yang ekspert dalam bidang-bidang tersebut.
Β
"Semua ini dilakukan dalam upaya untuk mewujudkan Visi dan Misi Bank Swadesi," katanya.
Β
Proyeksi 2009
Β
Emiten berkode BSWD tersebut menargetkan peningkatan laba bersih sebesar 59,65 persen menjadi Rp 30,687 miliar di tahun 2009.
Β
Peningkatan laba bersih tersebut seiring dengan proyeksi meningkatnya penyaluran kredit di tahun 2009 sebesar 20 persen menjadi Rp 1,05 triliun.
Β
"Kredit kita perkirakan tumbuh dan NPL-nya tidak bertambah," katanya.
Β
Bank swasta tersebut juga memperkirakan pertumbuhan DPK sebesar 19,87 persen menjadi Rp 1,26 triliun di tahun 2009.
Β
Berkenaan dengan pengunduran diri beberapa anggota Komisaris dan Direksi tahun 2009, manajemen bank dalam agenda RUPS maupun anggota direksi menyetujui penambahan pengurus baik anggota Komisaris.
Β
Adapun susunan pengurus baru untuk komisaris sebagai berikut:
1. Banavara Ananthramaiah Prabhakar, Komisaris Utama (efektif setelah mendapat persetujuan BI)
2. Jayant Sadashiv Chiney, Komisaris (efektif setelah mendapat persetujuan BI)
3. Banavara Srinivasachar Seshadri, Komisaris
4. Prakash Rupchand Chugani, Komisaris
5. Lelang Geritts Rompas, Komisaris lndependen
6. Olga lstandya, Komisaris lndependen
7. Krishan Kumar Aggrawal, Komisaris lndependen
Direksi:
1. Ningsih Suciati, Direktur Utama
2. Pranab Kumar Biswas, Wakil Direktur Utama
3. Rakesh Sinha, Direktur (efektif setelah mendapat persetujuan BI)
4. Ferry Koswara, Direktur
5. Lim Wardiman, Direktur
6. lwan Yuda Pramudhi. Direktur.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(ang/ir)











































