Trikomsel Jajaki Pinjaman US$ 15 Juta

Trikomsel Jajaki Pinjaman US$ 15 Juta

- detikFinance
Selasa, 14 Apr 2009 11:23 WIB
Trikomsel Jajaki Pinjaman US$ 15 Juta
Jakarta - PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO) terus mencari pendanaan eksternal. Setelah menjual saham lewat IPO, perusahaan kini sedang menjajaki pinjaman dua bank di kawasan regional senilai US$ 15 juta.

Dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat modal kerja perseroan tahun ini.

"Nilainya belum pasti, tapi mungkin sekitar US$ 15 juta," ungkap Presiden Direktur TRIO, Sugiono Wiyono Sugialam usai pencatatan perdana (listing) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (14/4/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sugiono mengatakan, saat ini perseroan tengah melakukan finalisasi perjanjian pinjaman dengan dua bank tersebut. Finalisasi diharapkan bisa dirampungkan sebelum akhir April 2009.

"Sedang proses finalisasi, mungkin bulan ini sudah bisa final," ujarnya.

Tahun ini, perseroan membutuhkan dana sekitar Rp 300 miliar. Sebagian telah diperoleh melalui penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) yang baru saja selesai dilakukan.

TRIO menawarkan 450 juta saham (11,11%) di harga Rp 225 per saham. Total dana yang diperoleh TRIO dari IPO sebesar Rp 101,25 miliar. Sisanya akan diperoleh dari pinjaman dua bank dan kas internal perseroan.

Northstar Masuk Akhir Tahun

Sementara mengenai rencana Canopus Finance Ltd, perusahaan terafiliasi Northstar Equity Partner yang dimotori oleh Glenn Sugita, menguasai 25% saham TRIO akan dilakukan sebelum tutup tahun 2009.

"Northstar akan masuk 8 bulan sejak listing," ujarnya.

Canopus, akan memperoleh 25% saham TRIO melalui konversi Mandatory Exchangeable Bond (MCB) yang dimiliki oleh PT Delta Sarana Perdana.

Saat ini, komposisi pemegang saham TRIO adalah PT Delta Sarana Perdana 86,33%, Kindarto Kohar 1,26%, Sugiono Wiyono Sugialam 1,26% dan publik 11,11%.

Setelah masuknya Canopus, komposisinya akan menjadi Canopus 25%, PT Delta Sarana Perdana 61,33%, Kindarto Kohar 1,26%, Sugiono Wiyono Sugialam 1,26% dan publik 11,11%.

(dro/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads