3 Emiten Baru BEI Hadir Semester I-2009

3 Emiten Baru BEI Hadir Semester I-2009

- detikFinance
Selasa, 14 Apr 2009 12:15 WIB
3 Emiten Baru BEI Hadir Semester I-2009
Jakarta - Sebanyak 3 perusahaan telah memastikan akan melakukan penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) pada semester I-2009.

"Sudah ada 3 emiten yang pasti IPO semester I ini," ujar Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Erry Firmansyah di kantornya, SCBD, Jakarta, Selasa (14/4/2009).

Tiga emiten yang dimaksud Erry antara lain: PT Inovisi Infracom, PT Sejahteraraya Anugrahjaya (pemilik merek dagang Mayapada Hospital) dan PT Batavia Prosperindo Finance.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara rencana IPO PT Katarina Utama masih belum ada kepastian. "Katarina masih belum memberi kepastian," ujar Erry.

Inovisi Infracom

Perusahaan content provider ini berencana mencatatkan 400 juta lembar saham baru (initial public offering/IPO) atau sekitar 40% di harga Rp 110-125 per saham. Target dana IPO Inovisi sebesar Rp 44-50 miliar.

Dana IPO akan digunakan untuk investasi infrastruktur telekomunikasi dengan memasang mirroring system dan perluasan platform infrastruktur sebesar 85%, sisanya 15% untuk modal kerja.

Permohonan IPO telah diajukan ke Bapepam dan BEI. Inovisi berharap pernyataan efektif IPO bisa diperoleh pada April 2009. Inovisi PT Investindo Nusantara Sekuritas dan PT Reliance Securities sebagai penjamin emisi IPO.

Saat ini pemegang saham Inovisi adalah PT Green Pine (99%) dan PT Surya Multi Prima (1%). Inovisi memiliki 4 anak usaha yaitu, PT Chiron Max, PT Graha Tunas Makmur, PT Andaman Multi Kreasi dan Fastline Limited.

Sejahteraraya Anugrahjaya


Pemilik Mayapada Hospital ini akan melepas 1 miliar saham baru yang setara dengan 17,91% saham publik dengan nilai nominal Rp 100. Perseroan menunjuk Evergreen Capital sebagai penjamin pelaksana emisi.

Dalam prospektus yang dipublikasikan Selasa (7/4/2009) Mayapada Hospital akan menggelar masa penawaran pada 29,30 April dan 1 Mei 2009.

Dana hasil IPO ini sebesar 95% akan digunakan untuk pengembangan rumah sakit (capital expenditure) dan 5% untuk modal kerja perseroan.

Setelah IPO, komposisi pemegang saham PT Sejahteraraya Anugrahjaya adalah PT Surya Cipta Inti Cemerlang 82,04%, Tri Windoyo Simbung 0,05% dan publik 17,91%.

Batavia Finance

Perusahaan pembiayaan ini akan melepas 450 juta saham baru atau setara dengan 45% ke publik di harga Rp 100-120 per saham. Target dana IPO sebesar Rp 45-54 miliar. Dana hasil IPO akan digunakan untuk mendanai pembiayaan perseroan tahun 2009.

Saat ini pemegang saham Batavia Finance adalah PT Batavia Prosperindo Sekuritas (99,9975%) dan Rudy Johansen 0,0025%.

Pasca IPO, komposisi pemegang saham menjadi PT Batavia Prosperindo Sekuritas 54,99%, Rudy Johansen 0,0019%, serta publik 45%. Perseroan telah menunjuk PT Panin Sekuritas selaku penjamin pelaksana emisi (underwriter) IPO.

Katarina Utama

Sementara rencana IPO PT Katarina Utama masih belum terdapat kepastian. Katarina berencana melepas 400 juta lembar saham (40%) ke publik pada Maret 2009. Target dananya sekitar Rp 500 miliar hingga Rp 1 triliun.

Seluruh dana perolehan IPO akan digunakan untuk membangun antara 3000 hingga 4000 Base Transceiver System (BTS). Perseroan telah memperoleh kontrak penggerjaan pembangunan BTS dari 4 perusahaan telekomunikasi. BTS-BTS tersebut
dipesan oleh Telkomsel, XL, Indosat dan Axis.

(dro/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads