Sentimen negatif bertambah dari angka penjualan ritel yang kembali turun. Penjualan ritel AS pada Maret secara mengejutkan kembali turun, setelah 2 bulan sebelumnya menunjukkan kenaikan. Data yang dirilis pemerintah menunjukkan, penjualan ritel AS turun 1,1%.
Buruknya angka penjualan ritel itu langsung membuat saham-saham consumer turun. Seperti Macy's turun 7,3%, Wal-Mart turun 1% dan Procter & Gamble turun 1,6%. Saham McDonald's juga turun 2,3% dan menjadi salah satu penyeret Dow Jones.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada kekhawatiran bank-bank lain yang ingin mengembalikan dana bailout akan mencari dana dengan menerbitkan saham baru," ujar Ryan Detrick, analis dari Schaeffer's Investment Research seperti dikutip dari Reuters, Rabu (15/4/2009).
Pada perdagangan Selasa (14/4/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) tercatat turun hingga 137,63 poin (1,71%) ke level 7.920,18. Indeks Standard & Poor's 500 juga turun 17,23 poin (2,01%) ke level 841,50 dan Nasdaq turun 27,59 poin (1,67%) ke level 1.625,72.
Saham Goldman Sachs tercatat malah turun hingga 11,6% setelah sehari sebelumnya mengumumkan akan menerbitkan saham baru senilai US$ 5 miliar dan mencatat laba kuartal I yang cukup mengesankan. Penerbitan saham baru itu memunculkan kecemasan akan terjadinya dilusi. Saham finansial lain yang ikut melemah adalah JPMorgan yang turun 9%, Bank of America turun 8,4%. Sementara Citigroup tercatat menguat 5,5%.
Perdagangan sangat aktif, di New York Stock Exchange mencapai 1,75 miliar, di atas rata-rata tahun lalu yang mencapai 1,49 miliar. Sementara di Nasdaq, transaksi mencapai 2,29 miliar, di atas rata-rata tahun lalu yang sebanyak 2,28 miliar.
(qom/qom)











































