Rally IHSG Dibayangi Profit Taking

Rally IHSG Dibayangi Profit Taking

- detikFinance
Rabu, 15 Apr 2009 07:35 WIB
Rally IHSG Dibayangi Profit Taking
Jakarta - Rally Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang berlangsung heboh dalam dua hari terakhir dikhawatirkan mulai dibayangi aksi ambil untung. Meski begitu tren bullish belum hilang dari Bursa Efek Indonesia.

Kenaikan IHSG yang tajam hingga 100 poin lebih dalam dua hari terakhir membuat sejumlah saham dalam posisi overbought atau jenuh beli.

Kondisi inilah yang bisa memicu koreksi di perdagangan saham Rabu (15/4/2009). Namun jika terjadi koreksi, hal itu dianggap wajar sebagai jalan IHSG menuju level psikologis baru di 1.600.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Antusias pelaku pasar kembali muncul setelah hasil pemilu legislatif berjalan aman dan kemungkinan berlanjutnya lagi pemerintahan SBY untuk periode kedua.

IHSG juga akan melihat pergerakan bursa saham regional. Indeks Nikkei Jepang pada Rabu pagi ini turun 65 poin (0,74%) menjadi 8.777,68. Nikkei mengikuti pelemahan yang terjadi di Wall Street.

Saham-saham di Wall Street kembali bergerak melemah seiring rencana Goldman Sachs menerbitkan saham, yang dikhawatirkan bisa memicu perbankan lain untuk melakukan hal yang sama.

Pada penutupan perdagangan saham Selasa waktu AS (14/4/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) tercatat turun hingga 137,63 poin (1,71%) ke level 7.920,18. Indeks Standard & Poor's 500 juga turun 17,23 poin (2,01%) ke level 841,50 dan Nasdaq turun 27,59 poin (1,67%) ke level 1.625,72.
         
Sedangkan IHSG pada penutupan perdagangan saham Selasa kemarin (14/4/2009) naik hingga 29,858 poin (1,94%) menjadi 1.570,261.

Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.

Optima Securities

Fase bullish makin kuat terlihat dari nilai transaksi yang mencapai lebih dari Rp 4 triliun menyamai masa sebelum krisis. Indeks menguat 29 poin atau 1,9% ke posisi 1.570. Aliran dana masuk ke bursa masih kentara di indikasikan oleh A/D line yang diatas MA-nya dan asing tercatat masih net buy Rp 259 miliar. 

Menguatnya rupiah dan stabilnya bursa regional masih menjadi katalis penguatan indeks. Tren penguatan masih berlanjut di level 1.550-1.630 dengan pilihan saham: BUMI, TLKM, DEWA, LSIP, dan  ELTY. (ir/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads