"Ada bursa komoditi di tiga negara yang sedang menjajaki kerjasama dengan kami," ujar Direktur BBJ, Edi Susmadi usai jumpa pers di Jakarta, Rabu (15/4/2009).
Edi mengatakan, bursa-bursa yang dimaksud berasal dari Korea, Malaysia dan Singapura. Namun yang paling gencar melakukan pendekatan adalah bursa Korea.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, secara umum ada dua bentuk kerjasama yang ditawarkan bursa-bursa tersebut. Pertama, bursa-bursa tersebut menawarkan investasi berupa sistem perdagangan di BBJ. Kedua, bursa-bursa tersebut menawarkan kerjasama perdagangan komoditi fisik secara bilateral.
"Mereka menawarkan kerjasama perdagangan fisik beberapa jenis komoditi. Seperti bursa Korea misalnya, mereka belum punya perdagangan komoditi sektor perkebunan. Mereka menawarkan kerjasama perdagangan komoditi perkebunan yang akan difasilitasi BBJ untuk diperdagangkan melalui bursa di sana," jelas Edi.
Bursa Malaysia, lanjut Edi, juga menawarkan perdagangan fisik komoditi yang tidak ada di Malaysia, seperti Kakao dan sebagainya.
"Bursa Malaysia itu kan lebih ke CPO. Komoditas-komoditas lainnya masih belum. Mereka menawarkan BBJ memfasilitasi perdagangan untuk kemudian ditransaksikan di bursa mereka. Begitu juga dengan Singapura," ujar Edi.
Kendati demikian, Edi mengatakan realisasi kerjasama antar bursa secara bilateral tersebut masih belum terlihat.
"Semua masih penjajakan. Tapi kami tetap mengarah kesana. Namun realisasinya masih belum terlihat kapan," ujarnya.
(dro/ir)










































