Pada perdagangan valas pukul 17.00 WIB, Rabu (15/4/2009) rupiah menguat 130 poin (1,2%) ke posisi 10.670 per dolar AS.
Tren penguatan rupiah saat ini diakui akibat dana yang mengalir ke pasar karena respons pelaku pasar yang positif terhadap hasil pemilu legislatif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ikhsan mengatakan pemilu berjalan aman, dan keadaan politik yang jauh lebih baik dinilai investor akan mendukung kondisi ekonomi yang kondusif.
"Habis pilpres akan menguat lagi rupiah, karena antisipasi continuitas ke pemerintahan yang cenderung baik dan bisa jadi rupiah tembus 9.800/US$," katanya.
Meski cenderung menguat, Iksan melihat rupiah belum menemukan titik ekuilibriumnya.
"Masih berubah-ubah karena pasar yang bergejolak. Kita masih mencari ekuilibrium baru dengan asumsi dan ekspektasi baru dan masa terburuk yang akan terlewati nanti," jelasnya.
Sementara mata uang Asia lainnya kebanyakan terkoreksi terhadap dolar AS seperti rupee India melemah 0,16%, yen Jepang melemah 0,09%, peso Filipina melemah 0,46%, dolar Singapura melemah 0,14% dan dolar Taiwan melemah 0,5%. Â
(ir/qom)











































