Dana asing yang terus mengalir menjadi dorongan IHSG untuk bertahan di teritori positif pada perdagangan saham Kamis (16/4/2009).
Tak hanya saham unggulan, saham lapis dua dan tiga pun kini jadi incaran terutama oleh investor ritel yang mulai percaya diri masuk ke pasar saham.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara bursa saham Nikkei Jepang pada Kamis pagi ini dibuka menguat 2,53% mengikuti Wall Street yang positif. Indeks saham Dow Jones mulai memiliki kekuatan setelah di awal pekan tertekan tapi sebaliknya Nasdaq berjalan sangat lambat karena kejatuhan saham Intel.
Pada penutupan perdagangan saham Rabu waktu AS (15/4/2009) indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) melonjak 109,44 poin (1,38%) menjadi 8.029,62. The Standard & Poor's 500 Index menguat 10,56 poin (1,25%) menjadi 852,06 dan Nasdaq Composite Index naik tipis 1,08 poin (0,07%) menjadi 1.626,80.
Sedangkan IHSG pada penutupan perdagangan saham Rabu kemarin (15/4/2009) naik 23,402 poin (1,49%) menjadi 1.593,663.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Optima Securities
Indeks masih menguat 23 poin (1,5%) ke posisi 1.593 dan sempat menembus 1.600 dengan transaksi regular Rp 4,6 triliun yang merupakan level tertinggi sepanjang 2009. Walaupun beberapa saham bluechip diwarnai profit taking namun aliran dana asing masih terus masuk ke bursa ditandai oleh rupiah yang terus menguat.
Saham lapis dua dan tiga juga sangat atraktif menandakan investor ritel kembali aktif bertransaksi. Saat ini kondisi overbought sudah terlihat sehingga ada peluang koreksi bakal terjadi bila aliran dana ke bursa sudah mencapai puncaknya. Pergerakan indeks masih menguat di level 1.570-1.630 dengan pilihan saham: ELSA, TLKM, DEWA, LSIP, dan BDMN.
eTrading Securities
Transaksi IHSG pada Rabu kemarin (15/4/2009) kembali mencarat record baru tahun ini dan menembus level Rp 5 triliun, komoditas dan small cap dengan nominal Rp 50 dan Rp 100-Rp 200 menjadi indola. Padit lokal gencar mengejar saham yang murah (secara nominal). Kemarin IHSG +1,5% menjadi 1,593.6 dengan turnover sebesar Rp5tn. Rupiah melemah 4% menjadi Rp 11.105.
Hari ini EPFR mengeluarkan data Fund Flows yang menyucur deras di EM (emerging market) dan US equity dengan net inflow sebesar $3,5miliar dan High Yeild Bonds net-contributions $1,3miliar. Selama bulan April EPFR mendata dana yang masuk ke saham dan High Bond Yeild meningkat pesat di 2Q09 dengan meningkatnya harga copper, wheat dan soy menarik investor untuk memasukan investasi ke sektor komoditas dan saham Latin Amerika. "Semua likuiditas yang di kucurkan oleh bank central di seluruh dunia menghapus sebagian rintangan," tutur Brad Durham.
Selepas meeting G-20 investor cenderung memburu saham untuk mengharapkan return yang tinggi, ini terlihat dari membaiknya dana-dana dari beberapa institusi masuk ke negara berkembang dan mencatat inflow yang lumayan.
Semua EM Equity Funds mencatat US$ 2,2 miliar inflow dalam seminggu (0,9% dari total assets) dan mencatat akumulasi dana inflow sebesar US$ 5,4 miliar. Sementara Money Market Funds mencatat 4 minggu berturut-turut outflow, dana keluar sebesar US$ 7,2 miliar sejak 3-8 April. (ir/ir)











































