Rupiah Andalkan Capital Inflow

Rupiah Andalkan Capital Inflow

- detikFinance
Kamis, 16 Apr 2009 08:07 WIB
Rupiah Andalkan Capital Inflow
Jakarta - Penguatan rupiah masih akan mengandalkan capital inflow atau aliran dana masuk ke pasar yang makin membesar pasca pelaksaan pemilu yang aman. Namun penguatan rupiah bisa terganjal aksi ambil untung.

Pada perdagangan valas pukul 08.00 WIB, Kamis (16/4/2009) rupiah ada di level 10.895 per dolar AS dan ditransaksikan di kisaran 10.890-10.900 per dolar AS.

Posisi rupiah pada Kamis pagi ini mengalami koreksi jika dibanding penutupan Rabu kemarin (15/4/2009) di level 10.760 per dolar AS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun koreksi rupiah yang terjadi dinilai sehat dan wajar karena setelah penguatan yang tajam selama tiga hari berturut-turut, rupiah akan konsolidasi dulu.

Ekonom Fauzi Ikhsan mengatakan mata uang lokal ini terus menunjukkan tren penguatan karena maraknya capital inflow setelah gelaran pemilu legislatif yang direspons positif pelaku pasar.

"Rupiah yang berada di kisaran 10.800/US$ merupakan hal yang positif. Perkiraan kita sampai akhir tahun akan tembus di 10.000/US$," kata ekonom Fauzi Ikhsan di gedung BI, Jakarta, Rabu (15/4/2009).

Ikhsan mengatakan pemilu berjalan aman, dan keadaan politik yang jauh lebih baik dinilai investor akan mendukung kondisi ekonomi yang kondusif.

"Habis pilpres akan menguat lagi rupiah, karena antisipasi continuitas ke pemerintahan yang cenderung baik dan bisa jadi rupiah tembus 9.800/US$," katanya.

Sementara mata uang dolar AS kembali menguat terhadap euro mengikuti kenaikan yang terjadi di Wall Street. Pada penutupan perdagangan Rabu waktu AS (15/4/2009) euro melemah 1,3226 dolar AS dibanding hari sebelumnya 1,3257 dolar AS.

Dolar AS juga menguat terhadap mata uang Jepang di posisi 99,37 yen dibanding hari sebelumnya 98,97 yen.

(ir/ir)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads