Fitch juga menegaskan peringkat obligasi senior Aetra sejumlah Rp 614,5 miliar yang diterbitkan dalam tiga seri (tranches) yang akan jatuh tempo di tahun 2011, 2013 dan 2015 di A-(idn).
Pada saat yang sama, Fitch mencabut Rating Watch Negative (RWN) pada peringkat-peringkat tersebut. Prospek (Outlook)dari peringkat tersebut adalah Stabil.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berdasarkan laporan keuangan tahun 2008 yang telah diaudit, Aetra membukukan rasio hutang terhadap ekuitas sebesar 2,6 kali. Fitch juga berpendapat rasio keuangan tersebut akan membaik di masa yang mendatang sehingga perusahaan dapat mempertahani peringkatnya di A-(idn).
Peringkat Aetra tetap didukung oleh kondisi persaingan yang rendah karena berdasarkan kontrak, Aetra memperoleh hak eksklusif dalam memberikan pelayanan air bersih di wilayah bagian timur Jakarta selama 25 tahun yang akan jatuh tempo pada tahun 2023.
Peringkat Aetra juga ditunjang oleh peluang yang cukup besar bagi perusahaan untuk memperoleh keuntungan dari ekspansi permintaan air bersih di masa yang akan datang karena tingkat rasio cakupan pelayanan pelanggan (service coverage ratio) baru mencapai sekitar 65% pada akhir tahun 2008.
Fitch menilai Aetra memiliki struktur biaya yang relatif stabil yang terutama terdiri dari biaya tenaga kerja dan operasional.
Namun demikian, peringkat Aetra dibatasi oleh ketidakpastian dalam kebijakan penetapan tarif air serta risiko yang berhubungan dengan konsentrasi suplai air bersih.
Fitch tidak memiliki kekhawatiran atas likuiditas perusahaan karena tidak ada hutang yang akan jatuh tempo sampai 2011, ketika obligasi seri A sebesar Rp 97 miliar jatuh tempo. Fitch mencatat bahwa di bulan Maret 2009, Aetra telah membeli kembali sejumlah Rp 30 miliar dari total Rp 368 miliar obligasi seri C yang akan jatuh tempo di 2015. Pada tanggal 31 Desember 2008, Aetra memiliki total kas sebesar Rp 119,6 miliar.
Prospek Stabil mencerminkan ekspektasi Fitch bahwa kebijakan penetapan tarif akan tetap berjalan dengan baik dan Aetra akan mampu mempertahankan profil kredit yang sesuai dengan peringkatnya saat ini.
Kebijakan penetapan tarif yang stabil dan/atau penurunan tingkat hutang kotor terhadap EBITDA di bawah 2,0x secara berkesinambungan dapat menyebabkan kenaikan peringkat. Sebaliknya, peningkatan tingkat rasio hutang terhadap EBITDAR secara berkesinambungan melebihi 3,0x dapat menyebabkan penurunan peringkat.
Aetra adalah perusahaan penyedia air bersih untuk konsumen di wilayah bagian timur Jakarta. Mayoritas (95%) saham Aetra dimiliki oleh Acuatico Pte. Ltd dari Singapura, anak perusahaan dari Recapital, sebuah perusahaan investasi Indonesia yang memiliki investasi dalam beberapa bidang usaha seperti lembaga keuangan, properti dan makanan siap saji.
Di tahun 2008, Aetra membukukan penjualan bersih sebesar Rp 703,6 miliar dengan EBITDA sebesar Rp 256,7 miliar.
(ir/ir)











































