Lama Bertapa, Saham Bakrie Brothers Unjuk Aksi Lagi

Lama Bertapa, Saham Bakrie Brothers Unjuk Aksi Lagi

- detikFinance
Kamis, 16 Apr 2009 10:25 WIB
Lama Bertapa, Saham Bakrie Brothers Unjuk Aksi Lagi
Jakarta - Setelah diam di harga Rp 50 selama 4 bulan lebih, saham PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mulai kembali unjuk aksi dan melonjak naik hingga 32% pada sesi I Kamis (16/4/2009). Analis menilai kenaikan saham BNBR karena ikut terbawa tren naik saham anak-anak usaha.
Β 
Pada pembukaan perdagangan saham Kamis ini, BNBR dibuka masih di harga Rp 50. Namun selang beberapa waktu, secara tiba-tiba, saham BNBR melonjak naik secara bertahap hingga titik tertingginya menyentuh angka Rp 66, naik Rp 16 poin (32%).

Selama 30 menit perdagangan sesi I, BNBR telah diperdagangkan sebanyak 2,798 juta lot dengan nilai transaksi sebanyak Rp 77,104 miliar. Broker perantara dengan net buying teratas adalah PT Sinarmas Sekuritas sebanyak 753.511 lot. Posisi kedua diduduki oleh PT Lautan Dhana Securindo dengan net buying sebanyak 503.494 lot.

Meskipun kemudian trennya kembali menurun ke kisaran Rp 58 hingga Rp 60, namun saham BNBR cukup aktif diperdagangkan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Head of Research PT Recapital Securities Poltak Hotradero, kenaikan tiba-tiba saham BNBR terutama didorong oleh tren naik saham-saham anak usaha.

"Kelihatannya, tren naik saham-saham anak usaha selama beberapa hari terakhir, ikut membawa tren positif ke saham BNBR," ujar Poltak.

Padahal, kalau dilihat dari kinerja fundamental, BNBR termasuk perusahaan dengan kinerja paling buruk tahun 2008 dengan kerugian bersih mencapai Rp 15 triliun. Menanggapi hal ini, Poltak mengatakan, boleh jadi kenaikan saham BNBR hanya ditopang oleh investor harian (day trader).

"Bisa saja ini cuma day trader. Tapi bisa juga mereka melihat, kalau tahun ini BNBR mungkin tidak akan membukukan rugi. Karena BNBR telah mendapatkan komitmen pinjaman untuk menyelesaikan masalah utang-utangnya. Kan kerugian kemarin adalah kerugian sekali dapat, tidak mungkin terus menerus terjadi di tahun-tahun mendatang," jelas Poltak.

(dro/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads