Aliran dana asing yang masuk menjadi andalan kenaikan IHSG dalam perdagangan Jumat (17/4/2009). Namun kenaikan yang terus menerus dikhawatirkan memicu aksi profit taking.
Rombongan dana asing yang masuk ini karena investor mengapresiasi hasil pemilu legisaltif yang berjalan aman. Selain itu juga ada tren investor menempatkan dananya di negara yang memiliki suku bunga tinggi seperti Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada penutupan perdagangan Kamis waktu AS (15/4/2009), indeks Dow Jones tercatat menguat 95,81 poin (1,19%) ke level 8.125.43. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 13,24 poin (1,55%0 ke level 865,30 dan Nasdaq melompat 43,64 poin (2,68%) ke level 1.670,44.
Sedangkan IHSG pada penutupan perdagangan saham Kamis kemarin (16/4/2009) menguat 31,424 poin (1,97%) menjadi 1.625,087.
Berikut rekomendasi saham dari perusahaan sekuritas.
Panin Sekuritas
IHSG kemarin mengalami kenaikan sebesar +1,97% ditutup pada 1.625,087. Kenaikan kemarin merupakan untuk ke-4 hari berturut-turut. Penguatan dalam sepanjang pekan ini juga didukung oleh menguatnya nilai perdagangan yang mengindikasikan investor kembali masuk ke Indonesia. Situasi politik yang relatif stabil dan kondusif pasca pemilu, serta harapan akan membaiknya pasar finansial dunia mendorong indeks terus bergerak naik. Secara teknikal trend bullish memang sudah dimulai sejak awal Maret lalu. Meski demikian perlu diwaspadai beberapa indikator menunjukkan indeks memasuki area overbought sebagai sinyal akan terjadinya profit taking. Beberapa saham unggulan terlihat telah terlebih dahulu mengalami profit taking kemarin. Kami perkirakan IHSG hari ini akan bergerak dalam kisaran support-resistance 1.598-1.637.
Optima Securities
Indeks terus naik 31 poin ke posisi 1.625 di tengah bursa Asia yang relatif melemah dengan transaksi di atas Rp 5 triliun yang merupakan rekor tertinggi selama 2009. Investor asing terus akumulasi sehingga tercatat net buy Rp 530 miliar sedangkan rupiah relatif stabil di kisaran Rp 10.700. Saham lapis dua dan tiga kembali atraktif menandakan investor ritel bergairah bertransaksi. Beberapa saham bluechip sudah overbought sehingga terimbas profit taking yang wajar. Pergerakan indeks masih menguat di level 1.590-1.670 dengan pilihan saham: BNBR, BBRI, PGAS, INTP, dan BUMI.
eTrading Securities
Index VIX menunjukan pernurunan mencapai level 35,79 dari level tertinggi 80, CBOE Volatility Index (VIX) turun menandakan volatilitas yang rendah dan investor cenderung kembali memasuki pasar saham. Recomendasi kita untuk saham yang masih murah dan boleh di koleksi adalah BUMI.
Regional Pagi ini: Nikkei +2,51%, STI +1,65%, Kospi +0,5% dan SP/ASX 200 +1,7%
Commodity: Nickel $12.230/MT, CPO -2% RM2,410/MT, Coal $63.18/MT, Tin $11.575/MT, Light Crude Oil (-0.3%) $49.85/barrel, Natural Gas +0.3% menjadi $3.61/mmbtu dan Gold (-0.5%) menjadi $875.6/oz.
Dow Jones: Hewlett-Packard Gain, Saham teknologi memimpin, Bursa US naik. Saham Hewlett Packard memimpin rally di saham teknologi dan bank naik disebabkan oleh pendapatan JP Morgan Chase & Co. yang lebih baik dari prediksi. JP Morgan +2.1% setelah mengatakan siap untuk mebayar dana bailout pemerintah. Saham chipmaker naik setelah Nokia mengatakan permintaan akan telepon seluler tetap stabil. Indeks Standard & Poor's 500 +1.6% ke level 865.3 dengan saham teknologi yang meningkat 14%. Dow Jones +1.2% menjadi 8,125.43 dan Nasdaq +2.68% ke level 1.670,44. Tolak ukur indeks terus berfluktuasi karena bangkrutnya General Growth Properties Inc, perusahaan real estate terbesar. Hewlett Packard naik 5% menjadi $36.60 dan menjadai saham 'The Best Gain" di Dow. PC Shipment -3.1%, Texas Instrument Inc +4.6% menjadi $17.80. Rosetta Stone Inc, emiten baru di Wall Street tercatat menguat 40%. Bursa US terus bergerak naik juga disebabkan karena data dari Departemen Tenaga Kerja US menyebutkan klaim PHK turun hingga 8%. (ir/ir)











































