Demikian dikemukakan oleh Direktur Keuangan Telkom Sudiro Asno usai peluncuran Bahana BUMN Fund I di Kantor Kementerian Negara BUMN, Gedung Garuda, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (17/4/2009).
"Komitmennya besar satu miliar dolar AS. Mungkin yang kita sepakati seratus juta dolar dulu yang kita ambil, kita baru mau nego minggu-minggu depan," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang jelas harus lebih murah dari direct loan. Direct loan kalau IDR kan JIBOR, rata-rata per tiga bulan ditambah 2-2,5 margin margin mereka dalam rupiah. Kalau di dalam dolar, kalau direct loannya 8,5 sampai 9 persen, (bunga) itu harus di bawah itu," imbuhnya.
Menurutnya, dana tersebut akan digunakan untuk pembangunan CDMA mid-broadband softswitch. Perseroan mengharapkan bisa mencairkan pinjaman tersebut di bulan Mei 2009.
(ang/ir)











































