Investor kembali percaya diri mengkoleksi saham-saham di tengah kondisi bursa global yang juga sudah membaik. Salah satu barometernya adalah Wall Street yang semakin pulih, berkat laporan keuangan sejumlah perbankan yang ternyata melebihi ekspektasi seperti Goldman Sachs, JPMorgan dan Citigroup.
Selain faktor eksternal yang mendukung, investor juga semangat oleh sentimen pemilu yang berlangsung aman meski ada kekisruhan seputar DPT. Apalagi pemenang pemilu ini adalah partai incumbent sehingga diharapkan tidak akan terlalu banyak mengubah kebijakan yang ada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pergerakan IHSG selama pekan ini adalah:
- Senin (13/4/2009): IHSG melonjak hingga 74,653 poin (5,09%) ke posisi 1.540,403
- Selasa (14/4/2009): IHSG terus naik hingga 29,858 poin (1,94%) menjadi 1.570,261.
- Rabu (15/4/2009): IHSG naik 23,402 poin (1,49%) menjadi 1.593,663.
- Kamis (16/4/2009): IHSG menguat 31,424 poin (1,97%) menjadi 1.625,087.
- Jumat (17/4/2009) IHSG terus naik 9,703 poin (0,6%) menjadi 1.634,790.
Berikut review Panin Sekuritas untuk pergerakan IHSG pekan ini:
IHSG sepanjang pekan lalu bergerak menguat +169 poin(+11,53%) dari pembukaan
1.465,75 hingga ditutup pada hari Jumat pada 1.634,79. Semua sektor terlihat bergerak menguat.
Beberapa saham yang telah lama "tidur" akhirnya bergerak menguat dalam dua hari terakhir perdagangan pekan lalu. Sebagai contoh saham BNBR dan grup Bakrie lainnya terlihat mendominasi perdagangan pada hari Kamis dan Jumat.
Pemilu legislatif yang relatif aman pada pekan sebelumnya memberikan sinyal bahwa kondisi politik dalam negeri cukup stabil. Faktor kestabilan politik menjadi salah satu pertimbangan penting bagi investor asing yang ingin masuk ke emerging market.
Masuknya capital inflow selain terlihat dari nilai tukar rupiah yang terus menguat
hingga Rp 10.705/US$, serta nilai transaksi bursa yang tiba-tiba melonjak pada pekan
ini. Angin segar dari kondisi dalam negeri juga ditunjang oleh perkembangan makro
ekonomi global yang terus membaik.
Investor global memperkirakan krisis finansial dan resesi sudah memasuki "bottom-nya". Paket stimulus dari berbagai negara maju dinilai akan mampu memulihkan perekonomian global.
(qom/qom)











































