Berdasarkan pengamatan detikFinance di kantor Bank Century Tanah Abang Jakarta, Senin (20/4/2009), nasabah-nasabah yang sudah geram ini pun tak lagi mampu menahan emosinya.
Nasabah, secara serentak memojokkan staf kantor cabang lantaran terus menerus berkelit soal keterlibatan BCIC dalam pemasaran produk palsu Antaboga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bapak pernah nggak merasakan uang hasil kerja keras bapak hilang sekejap begitu saja?," bentak salah seorang nasabah.
"Bapak jangan hanya bisa berkelit saja dengan mengatakan kalau BCIC tidak terlibat dan dengan begitu tidak mau bertanggung jawab," ketus seorang nasabah lainnya.
Staf BCIC yang ditunjuk menjadi perantara negosiasi dengan para nasabah pun tak mampu menangani serangan yang dilontarkan nasabah.
Yuliana Hakim, Kepala Cabang BCIC Tanah Abang pun terlihat pasrah dan terus menundukkan kepala selama kericuhan berlangsung.
"Kami tidak mengatakan kalau BCIC tidak menjual produk Antaboga. Tapi kan yang menggelapkan Antaboga, bukan BCIC," ujar salah seorang staf BCIC lainnya.
Mendengar kalimat tersebut, nasabah semakin geram dan menuding BCIC sengaja menolak bertanggung jawab.
"Kami tahunya BCIC yang menjual. Bilyet penyetoran dana pun kepada BCIC. Marketing juga bilangnya produk ini legal dan dipasarkan oleh semua kantor cabang BCIC. Ya jelas saja kami minta tanggung jawab pada BCIC. Kami tidak tahu sama sekali soal Antaboga," tegas salah seorang nasabah.
Hingga saat ini, kericuhan masih berlangsung. Nasabah tetap berkeras menuntut haknya kembali.
"Masak uang kami masuknya gampang ke BCIC, tapi keluarnya malah susah. Ini kan nggak bener. Memangnya uang itu uang siapa?," ketus salah seorang nasabah.
Suasana aksi penagihan di kantor cabang Kelapa Gading juga berlangsung ricuh. Sejumlah nasabah bersikukuh menuntut uang mereka kembali.
"Sama, disini juga berlangsung ricuh. Tapi kami belum ada niat mundur. Kami tetap menuntut uang kami kembali," ujar Esther, salah seorang nasabah BCIC cabang Kelapa Gading saat dihubungi detikFinance.
Sementara Ketua Tim Asistensi Bank Century Umar Ulin Lega ketika dihubungi mengatakan nasabah bebas-bebas saja mendatangi Bank Century asalkan dilakukan dengan tertib dan santun. Bank Century juga akan tetap beroperasi seperti biasa.   Â
"Tapi kalau mereka menyodorkan bilyet, kami akan periksa dahulu apakah itu produk bank atau bukan. Kalau bukan produk bank, kami tolak untuk bayar karena Bank Century hanya sebagai Sub Agen Pejual. Nasabah sebenarnya sudah tahu Bank Century hanya sebagai agen penjual dan yang harusnya bertanggung jawab adalah Antaboga," katanya.
Sayangnya, lanjut Umar, nasabah terus-menerus mendesak Bank Century karena dulu yang melakukan penjualan. "Bank Century kan sudah tidak melakukan penjualan lagi. Pihak Bank Century sudah cukup proaktif membantu dengan menampung keluhan mereka yang sekarang melalui proses hukum sedang dicari siapa penanggung jawabnya," katanya.
(dro/ir)










































