"Ini bukti kalau apa yang selalu disebut sebagai produk Antaboga sebenarnya merupakan produk BCIC juga," ujar Vita, salah seorang nasabah BCIC di kantor cabang BCIC Tanah Abang, Jakarta, Senin (20/4/2009).
Vita menunjukkan bilyet yang dimaksud. Dalam bilyet yang menggunakan kop surat Antaboga tersebut, tertera Nomor Referensi produk investasi nasabah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam bilyet tersebut memang tertera Nomor Referensi 1000.VIT042. Menurut Vita, angka 1000 adalah kode produk Antaboga yang sekaligus nomor awal rekening BCIC cabang Tanah Abang, sedangkan 6 digit berikutnya adalah kode Vita sebagai pembeli produk Antaboga.
"Angka 1000 itu berlaku bagi semua pembeli produk Antaboga yang membuka rekening BCIC di cabang Tanah Abang. Jadi sudah jelas kalau produk ini sekaligus menjadi produk BCIC, bukan seperti yang selalu diklaim manajemen BCIC," jelasnya.
Hal senada diungkapkan oleh Z Siput, koordinator nasabah BCIC seluruh Indonesia. Menurut Siput, kesamaan tersebut bukan sekedar kebetulan.
"Yogyakarta misalnya, disana semua nomor referensi Antaboga diawali dengan angka 1.400 yang notabene sama dengan nomor awal rekening BCIC di Yogyakarta. Jadi memang sudah jelas kalau produk ini juga dikeluarkan oleh BCIC," ujar Siput saat dihubungi detikFinance.
Siput memberi contoh lain. Menurutnya, di Makassar nomor referensi Antaboga diawali dengan angka 3100 yang notabene sama dengan nomor awal rekening BCIC cabang Makassar.
"BCIC cabang Jend Sudirman Surabaya juga demikian. Nomornya diawali dengan angka 1503, sama dengan nomor awal rekening BCIC di cabang tersebut. Jadi, produk Antaboga itu juga produk BCIC," ujar Siput. (dro/ir)










































